KUANSING RIAU – Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan di aliran Sungai Batang Kuantan akhirnya membuahkan hasil pada Rabu (13/5/2026) pagi. Seorang pemuda bernama Riko Rikardo (26), yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus saat mandi, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Jasad korban ditemukan mengapung cukup jauh dari titik awal kejadian, memicu duka mendalam bagi warga Desa Pulau Kumpai Teluk Pauh, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi.
KRONOLOGI TRAGIS DI TEPI SUNGAI KUANTAN
Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa, 12 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Riko Rikardo saat itu sedang melakukan aktivitas rutin yakni mandi di pinggir Sungai Batang Kuantan. Namun, kondisi arus sungai yang tidak menentu diduga menjadi penyebab utama korban kehilangan kendali hingga akhirnya hanyut terbawa arus yang cukup deras.
Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan oleh warga sekitar sesaat setelah korban dinyatakan hilang, namun tidak membuahkan hasil. Menyadari skala bahaya dan luasnya area pencarian, pihak pemerintah desa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuantan Singingi segera melayangkan laporan resmi ke Kantor SAR Pekanbaru guna meminta bantuan evakuasi dan pencarian profesional.
RESPONS CEPAT KANTOR SAR PEKANBARU
Laporan mengenai kecelakaan air tersebut diterima oleh Kantor SAR Pekanbaru pada Selasa malam, tepatnya pukul 20.50 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, segera menginstruksikan pengiriman tim penyelamat (rescue).
”Setelah menerima laporan dari BPBD Kuantan Singingi, kami langsung memberangkatkan delapan personel Rescue dari Pekanbaru. Mereka menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 105 kilometer untuk mencapai lokasi kejadian di Pangean,” ujar Budi Cahyadi dalam keterangannya.
Tim tersebut tiba di Desa Pulau Kumpai Teluk Pauh pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.45 WIB. Tanpa menunggu lama, personel SAR langsung melakukan koordinasi dengan unsur gabungan lainnya yang sudah siaga di lapangan, termasuk BPBD, pihak kepolisian, TNI, serta relawan masyarakat setempat untuk memetakan titik koordinat awal tenggelamnya korban.
OPERASI PENCARIAN DAN PENYISIRAN HILIR SUNGAI
Sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP), pencarian secara fisik di air dimulai pada Rabu pagi pukul 07.00 WIB. Rencana operasi hari kedua ini difokuskan pada penyisiran permukaan sungai menggunakan perahu karet (rubber boat) dengan jangkauan hingga tiga kilometer ke arah hilir dari titik nol (lokasi kejadian).
Strategi penyisiran dilakukan dengan membagi tim menjadi beberapa unit kecil guna memastikan setiap sudut lekukan sungai terpantau dengan baik. Kondisi air sungai yang keruh dan arus bawah yang dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi para personel di lapangan.
DETIK-DETIK PENEMUAN JENAZAH KORBAN
Hanya berselang 40 menit setelah operasi penyisiran dimulai, tepatnya pukul 07.40 WIB, tim SAR melihat sesosok tubuh yang terapung di permukaan air. Setelah didekati, dipastikan bahwa itu adalah jasad Riki Rikardo yang selama ini dicari.
”Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal dia dilaporkan hilang. Posisi penemuannya berada di arah hilir sungai,” jelas Budi Cahyadi.
Proses evakuasi dilakukan dengan penuh khidmat. Jenazah korban segera diangkat ke atas perahu dan dibawa ke darat. Atas permintaan pihak keluarga dan hasil koordinasi di lapangan, jenazah Riki langsung dievakuasi menuju rumah duka di Desa Pulau Kumpai Teluk Pauh untuk diproses secara keagamaan.
PERNYATAAN RESMI DAN PENUTUPAN OPERASI
Keberhasilan penemuan korban ini menandai berakhirnya misi kemanusiaan di Kecamatan Pangean tersebut. Pada pukul 08.05 WIB, otoritas SAR secara resmi mengusulkan penutupan operasi.
”Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR di Sungai Batang Kuantan dinyatakan selesai dan ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu dalam pencarian ini. Seluruh personel kini telah kembali ke satuan masing-masing,” tambah Budi.
IMBAUAN KESELAMATAN BAGI MASYARAKAT PESISIR SUNGAI
Pihak SAR Pekanbaru kembali mengingatkan masyarakat luas, khususnya yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang bantaran Sungai Batang Kuantan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Sungai Kuantan dikenal memiliki karakteristik arus yang bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat curah hujan di hulu meningkat.
”Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mengedepankan faktor keselamatan. Jika beraktivitas di sungai, pastikan ada pendamping atau setidaknya menggunakan alat keselamatan sederhana jika dirasa arus sedang deras. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati,” tutup Budi Cahyadi.
DUKA KELUARGA DAN SOLIDARITAS WARGA

Kepergian Riki Rikardo di usia yang masih muda meninggalkan duka yang mendalam. Di rumah duka, terlihat isak tangis keluarga dan kerabat menyambut kedatangan jenazah. Tokoh masyarakat setempat mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang telah bekerja tanpa henti sejak dini hari hingga pagi hari untuk memastikan nasib warga mereka.
”Kami sangat berterima kasih atas bantuan semua pihak. Meskipun hasilnya duka, setidaknya jenazah almarhum dapat ditemukan dengan cepat sehingga keluarga bisa memakamkannya dengan layak,” ujar salah seorang kerabat korban di lokasi evakuasi.
Struktur Berita (Analisis Piramida Terbalik):
Lead (Sangat Penting): Penemuan jenazah Riki Rikardo oleh tim SAR gabungan di Sungai Batang Kuantan setelah hanyut saat mandi. (5W+1H: Siapa, Apa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana).
Body (Penting): Kronologi laporan, respons Kantor SAR Pekanbaru, perjalanan tim menuju lokasi, dan detail teknis penyisiran sungai sejauh 3 km ke arah hilir.
Editor: Cdr








