Harmoni dari Timur Menuju Panggung Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa secara resmi melepas 272 peserta Kontingen Pesparawi Provinsi Maluku untuk mengikuti Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.(dok Foto: DISKOMINFO MALUKU)

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa secara resmi melepas 272 peserta Kontingen Pesparawi Provinsi Maluku untuk mengikuti Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.(dok Foto: DISKOMINFO MALUKU)

AMBON (Maluku) — www.GNews86.com | Maluku kembali menegaskan identitasnya sebagai salah satu daerah dengan tradisi musik gerejawi yang kuat di Indonesia. Sebanyak 272 anggota Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Maluku secara resmi dilepas untuk mengikuti Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat. Momentum pelepasan tersebut bukan sekadar agenda seremonial keberangkatan peserta lomba, melainkan juga menjadi simbol perjalanan budaya, spiritualitas, dan karakter masyarakat Maluku yang akan diperlihatkan di hadapan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Keikutsertaan Maluku dalam ajang nasional tersebut memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi vokal. Selama bertahun-tahun, daerah ini dikenal sebagai salah satu lumbung talenta musik gerejawi yang berkontribusi dalam perkembangan seni suara nasional. Tradisi bernyanyi dalam kehidupan masyarakat, baik di lingkungan keluarga, gereja, maupun komunitas sosial, telah membentuk karakter musikal yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Maluku.

Pelepasan kontingen berlangsung di Aula Wisma Samadi Gonsalo Veloso, Ambon, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Dalam kesempatan itu hadir berbagai unsur pemerintah daerah, lembaga keagamaan, pimpinan gereja, serta para pelatih dan pendamping yang selama berbulan-bulan terlibat dalam proses pembinaan peserta. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa Pesparawi dipandang sebagai agenda bersama yang melampaui batas organisasi dan kepentingan sektoral.

Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 mengusung tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan”. Tema tersebut memperlihatkan adanya perluasan makna kegiatan keagamaan yang kini tidak hanya berfokus pada pembinaan iman dan pengembangan seni musik gerejawi, tetapi juga menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral yang harus diwujudkan oleh seluruh peserta dari berbagai daerah.

Bagi Maluku, ajang ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui ekspresi seni gerejawi yang berkembang di tengah masyarakat. Kehadiran kontingen tidak hanya membawa nama daerah, melainkan juga memperkenalkan wajah Maluku sebagai provinsi yang mampu menjaga keseimbangan antara tradisi, kehidupan beragama, dan semangat kebangsaan dalam satu panggung nasional yang sama.

KEKUATAN KONTINGEN MALUKU

Kontingen Maluku yang diberangkatkan berjumlah 272 orang. Jumlah tersebut terdiri atas peserta lomba, pelatih, pemain organ, official, serta tim pendukung lainnya. Mereka akan mengikuti 12 kategori perlombaan yang mencakup berbagai kelompok usia dan jenis pertunjukan, mulai dari solo anak hingga paduan suara dewasa campuran, termasuk kategori musik gereja nusantara dan musik pop gerejawi.

Keikutsertaan dalam seluruh kategori tersebut menunjukkan keseriusan Maluku dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan tingkat nasional. Tidak banyak daerah yang mampu mengirimkan perwakilan pada hampir seluruh cabang yang dipertandingkan. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa proses pembinaan seni gerejawi di Maluku berjalan secara berjenjang dan melibatkan berbagai unsur gereja maupun masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa para peserta membawa tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar mengejar prestasi. Menurutnya, setiap anggota kontingen merupakan representasi karakter masyarakat Maluku yang dikenal menjunjung tinggi persaudaraan, toleransi, dan nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Pernyataan tersebut menjadi penting mengingat Pesparawi merupakan ajang yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang budaya dan daerah. Oleh karena itu, kualitas hubungan sosial selama kegiatan berlangsung dinilai sama pentingnya dengan kualitas penampilan di atas panggung. Nilai kebersamaan menjadi ukuran keberhasilan yang tidak kalah penting dibanding perolehan medali.

Selain itu, keberagaman peserta yang datang dari seluruh Indonesia menjadikan Pesparawi sebagai ruang pembelajaran sosial yang efektif. Interaksi antarkontingen dapat memperkuat pemahaman tentang kemajemukan bangsa sekaligus memperluas jaringan persaudaraan yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan kegiatan keagamaan tingkat nasional.

PESAN TIGA PILAR GUBERNUR

Dalam arahannya, Gubernur Maluku menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh peserta dan official. Pesan pertama berkaitan dengan pentingnya menjaga kebersamaan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, kekompakan tim menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi kesiapan mental maupun kualitas penampilan selama perlombaan berlangsung.

Pesan kedua menitikberatkan pada aspek kesehatan dan kedisiplinan. Dengan jadwal kegiatan yang padat serta perjalanan yang cukup panjang menuju lokasi pelaksanaan, kondisi fisik peserta menjadi faktor yang harus mendapat perhatian serius. Kesehatan yang terjaga akan mendukung kemampuan peserta dalam memberikan performa terbaik pada setiap kategori yang diikuti.

Pesan ketiga berkaitan dengan semangat untuk tampil maksimal tanpa dibebani tekanan berlebihan. Gubernur mengingatkan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur melalui kemenangan, melainkan juga melalui kemampuan peserta menampilkan hasil latihan secara optimal dengan penuh sukacita dan rasa percaya diri.

Pendekatan tersebut mencerminkan perubahan paradigma dalam berbagai ajang kompetisi seni keagamaan. Fokus tidak lagi semata-mata pada pencapaian juara, tetapi juga pada proses pembentukan karakter, penguatan mental, serta pengalaman belajar yang diperoleh peserta selama mengikuti kegiatan nasional.

Di sisi lain, pesan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kompetisi yang sehat harus mampu menjaga keseimbangan antara ambisi meraih prestasi dan upaya menjaga kondisi psikologis peserta. Tekanan yang berlebihan justru dapat mengurangi kualitas penampilan dan menghilangkan makna pembinaan yang menjadi tujuan utama kegiatan.

PERAN PEMBINAAN GENERASI MUDA

Pemerintah Provinsi Maluku memandang Pesparawi sebagai salah satu instrumen penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual. Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, kegiatan seni dan keagamaan dinilai mampu menjadi ruang pembentukan karakter yang efektif.

Melalui proses latihan yang panjang, peserta tidak hanya belajar mengenai teknik vokal dan musikalitas. Mereka juga dilatih membangun disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan menghargai perbedaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks.

Namun demikian, keberhasilan pembinaan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada kegiatan kompetisi. Dibutuhkan kesinambungan program pembinaan di tingkat daerah agar potensi yang telah dibangun melalui Pesparawi dapat terus berkembang. Tanpa sistem pembinaan yang berkelanjutan, prestasi yang diraih berpotensi menjadi pencapaian sesaat tanpa dampak jangka panjang.

Karena itu, apresiasi yang disampaikan pemerintah kepada Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah, Kantor Wilayah Kementerian Agama, para pelatih, pembina, serta berbagai denominasi gereja memiliki arti penting. Mereka merupakan aktor utama yang bekerja di balik layar untuk memastikan proses pembinaan berlangsung secara konsisten dan terarah.

REFLEKSI PERJALANAN MALUKU

Keberangkatan Kontingen Pesparawi Maluku menuju Manokwari pada akhirnya bukan hanya perjalanan menuju arena perlombaan. Di dalamnya tersimpan harapan tentang bagaimana seni, iman, dan kebudayaan dapat berjalan beriringan membentuk generasi yang berintegritas. Di tengah persaingan yang akan berlangsung di panggung nasional, Maluku membawa lebih dari sekadar suara dan harmoni. Daerah ini membawa pesan bahwa kualitas manusia tidak hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari nilai-nilai yang tetap dijaga ketika berdiri di tengah keberagaman Indonesia.(ss)

Berita Terkait

Jejak Dialog di Timur Indonesia
Suara Tanah Adat yang Tersisih di Meja Kebijakan
Jejak Api di Kampus, Menanti Ujung Penyidikan
Jejak Sopi di Kota Damai, Polisi Perketat Peredaran Miras di Masohi
Pendopo Jadi Lautan Dukungan
Jeriken di Bangku Terdakw
Bayang-Bayang Anggaran di Meja Konstitusi
Gerbang Kedua Pendidikan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:56 WIB

Harmoni dari Timur Menuju Panggung Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:34 WIB

Suara Tanah Adat yang Tersisih di Meja Kebijakan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:18 WIB

Jejak Api di Kampus, Menanti Ujung Penyidikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:07 WIB

Jejak Sopi di Kota Damai, Polisi Perketat Peredaran Miras di Masohi

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pendopo Jadi Lautan Dukungan

Berita Terbaru

DPRD Kota Bandung resmi mengesahkan Perda Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual sebagai landasan hukum bagi upaya pencegahan, pembinaan, dan perlindungan sosial di masyarakat.(dok foto: viva.co.id)

Nasional

Pagar Baru di Ruang Publik

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:22 WIB

Kapolri berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar untuk mengenang dan menyerap nilai kepemimpinan Presiden pertama RI sebagai inspirasi dalam menjaga persatuan dan pengabdian kepada bangsa.(dok foto: viva.co.id)

Nasional

Jejak Sang Proklamator di Tengah Tantangan Zaman

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:13 WIB

Kementerian Haji dan Umrah melaporkan sebanyak 114.236 jemaah dan petugas haji Indonesia atau sekitar 55 persen dari total peserta telah kembali ke Indonesia hingga hari ke-17 masa pemulangan.(dok foto : Viva.co.id)

Nasional

Arus Pulang dari Tanah Suci

Jumat, 19 Jun 2026 - 03:44 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan modal usaha Rp10 juta dan peluang kerja bagi pedagang yang terdampak penertiban kawasan wisata Puncak sebagai bagian dari program penataan ruang dan pemulihan ekonomi masyarakat.( dok foto : Kompas.com)

Nasional

Janji di Tengah Reruntuhan

Jumat, 19 Jun 2026 - 03:35 WIB