Jalan Muara Lembu–Pangkalan Indarung Amblas, Akses Ribuan Warga Terancam Putus

Senin, 11 Mei 2026 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Jalan Muara Lembu - Pangkalan Indarung Kuansing Amblas (Dok.GNews86)

Badan Jalan Muara Lembu - Pangkalan Indarung Kuansing Amblas (Dok.GNews86)

KUANTAN SINGINGI – Akses transportasi
utama yang menghubungkan Desa Pangkalan Indarung menuju pusat pemerintahan di Telukkuantan kini berada dalam kondisi kritis. Separuh badan jalan pada ruas Muara Lembu–Pangkalan Indarung, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dilaporkan amblas akibat longsor yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Peristiwa yang memuncak pada Minggu (10/5/2026) ini memaksa pengendara untuk melintas secara bergantian di atas sisa aspal yang kian menyempit, sekaligus mengancam urat nadi perekonomian dan pendidikan ribuan warga setempat.

​KRONOLOGI DAN KONDISI KERUSAKAN DI LAPANGAN

​Bencana longsor ini tidak terjadi secara instan, melainkan diawali dari degradasi struktur tanah yang terus terkikis air hujan. Berdasarkan pantauan di lokasi, area yang amblas telah memakan hampir separuh lebar jalan, menyisakan ruang yang sangat terbatas bagi kendaraan roda empat.
​Sabri, salah seorang warga Desa Pangkalan Indarung yang menyaksikan proses kerusakan tersebut, menjelaskan bahwa kerusakan bermula dari gejala kecil yang terabaikan.

​”Awalnya hanya retak kecil di pinggir jalan, tapi setelah hujan deras terus-menerus, sekarang separuh badan jalan sudah longsor. Kami khawatir kalau tidak cepat diperbaiki, jalan ini bisa putus total,” ungkap Sabri saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Minggu (10/5/2026).

​DAMPAK SOSIAL DAN ANCAMAN KESELAMATAN PENGGUNA JALAN

​Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Jalan tersebut merupakan jalur tunggal yang menyokong seluruh mobilitas warga, mulai dari pengangkutan hasil perkebunan hingga akses anak sekolah menuju institusi pendidikan di luar desa.

​Hermawan, warga lainnya, menyoroti risiko kecelakaan yang mengintai, terutama pada malam hari. Kondisi geografis jalan yang berliku ditambah minimnya fasilitas pendukung menjadi kombinasi berbahaya bagi para pelintas.

​”Kondisi sekarang sudah sangat membahayakan, apalagi malam hari karena di lokasi tidak ada lampu penerangan jalan. Pengendara yang tidak tahu kondisi jalan bisa saja celaka,” tegas Hermawan. Ia juga menambahkan bahwa setiap kali hujan turun, para pengendara terpaksa berhenti atau ekstra waspada karena struktur jalan yang tersisa dikhawatirkan akan ikut ambles susulan.

​RESPONS DAN LANGKAH PEMERINTAH DAERAH

​Menanggapi kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyatakan telah memberikan atensi khusus. Pemerintah berencana segera menurunkan tim ahli untuk memetakan kerusakan secara teknis.
​Kepala Dinas PUPR Kuansing melalui Kabid Bina Marga, Faizal, memastikan bahwa langkah mitigasi akan segera diambil agar isolasi wilayah tidak terjadi.

​“Kami akan turun melakukan pengecekan agar bisa diketahui kondisi kerusakannya dan langkah penanganan yang diperlukan,” jelas Faizal saat memberikan keterangan resmi.

​STATUS KEWENANGAN JALAN DAN KOORDINASI LINTAS SEKTORAL

​Di balik urgensi perbaikan, muncul fakta administratif mengenai status kepemilikan jalan tersebut. Diketahui bahwa ruas jalan Muara Lembu–Pangkalan Indarung sedang dalam masa transisi kewenangan dari Pemerintah Provinsi Riau ke Pemerintah Kabupaten Kuansing.

​Meski proses serah terima aset belum sepenuhnya tuntas (final), Faizal menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan persoalan birokrasi menghambat penanganan keselamatan publik. Pihak kabupaten terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi agar ada solusi konkret dalam waktu dekat.

​“Meski demikian (proses serah terima belum rampung), kami tetap berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Riau agar penanganan bisa segera dilakukan karena kondisinya cukup membahayakan masyarakat,” pungkas Faizal.

​Saat ini, warga hanya bisa berharap adanya penanganan darurat berupa pemasangan rambu peringatan yang jelas dan penguatan tebing jalan sebelum kerusakan meluas dan benar-benar memutus akses transportasi desa secara total.

Editor: Redaksi

Berita Terkait

Harmoni dari Timur Menuju Panggung Nasional
Suara Tanah Adat yang Tersisih di Meja Kebijakan
Jejak Api di Kampus, Menanti Ujung Penyidikan
Jejak Sopi di Kota Damai, Polisi Perketat Peredaran Miras di Masohi
Pendopo Jadi Lautan Dukungan
Jeriken di Bangku Terdakw
Jejak Data di Ufuk Timur Kota Tual
Jembatan yang Ditunggu di Tengah Arus yang Memisahkan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:56 WIB

Harmoni dari Timur Menuju Panggung Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:34 WIB

Suara Tanah Adat yang Tersisih di Meja Kebijakan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:18 WIB

Jejak Api di Kampus, Menanti Ujung Penyidikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:07 WIB

Jejak Sopi di Kota Damai, Polisi Perketat Peredaran Miras di Masohi

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pendopo Jadi Lautan Dukungan

Berita Terbaru

DPRD Kota Bandung resmi mengesahkan Perda Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual sebagai landasan hukum bagi upaya pencegahan, pembinaan, dan perlindungan sosial di masyarakat.(dok foto: viva.co.id)

Nasional

Pagar Baru di Ruang Publik

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:22 WIB

Kapolri berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar untuk mengenang dan menyerap nilai kepemimpinan Presiden pertama RI sebagai inspirasi dalam menjaga persatuan dan pengabdian kepada bangsa.(dok foto: viva.co.id)

Nasional

Jejak Sang Proklamator di Tengah Tantangan Zaman

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:13 WIB

Kementerian Haji dan Umrah melaporkan sebanyak 114.236 jemaah dan petugas haji Indonesia atau sekitar 55 persen dari total peserta telah kembali ke Indonesia hingga hari ke-17 masa pemulangan.(dok foto : Viva.co.id)

Nasional

Arus Pulang dari Tanah Suci

Jumat, 19 Jun 2026 - 03:44 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan modal usaha Rp10 juta dan peluang kerja bagi pedagang yang terdampak penertiban kawasan wisata Puncak sebagai bagian dari program penataan ruang dan pemulihan ekonomi masyarakat.( dok foto : Kompas.com)

Nasional

Janji di Tengah Reruntuhan

Jumat, 19 Jun 2026 - 03:35 WIB