KUANTAN SINGINGI – Akses transportasi
utama yang menghubungkan Desa Pangkalan Indarung menuju pusat pemerintahan di Telukkuantan kini berada dalam kondisi kritis. Separuh badan jalan pada ruas Muara Lembu–Pangkalan Indarung, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dilaporkan amblas akibat longsor yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa yang memuncak pada Minggu (10/5/2026) ini memaksa pengendara untuk melintas secara bergantian di atas sisa aspal yang kian menyempit, sekaligus mengancam urat nadi perekonomian dan pendidikan ribuan warga setempat.
KRONOLOGI DAN KONDISI KERUSAKAN DI LAPANGAN
Bencana longsor ini tidak terjadi secara instan, melainkan diawali dari degradasi struktur tanah yang terus terkikis air hujan. Berdasarkan pantauan di lokasi, area yang amblas telah memakan hampir separuh lebar jalan, menyisakan ruang yang sangat terbatas bagi kendaraan roda empat.
Sabri, salah seorang warga Desa Pangkalan Indarung yang menyaksikan proses kerusakan tersebut, menjelaskan bahwa kerusakan bermula dari gejala kecil yang terabaikan.
”Awalnya hanya retak kecil di pinggir jalan, tapi setelah hujan deras terus-menerus, sekarang separuh badan jalan sudah longsor. Kami khawatir kalau tidak cepat diperbaiki, jalan ini bisa putus total,” ungkap Sabri saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Minggu (10/5/2026).
DAMPAK SOSIAL DAN ANCAMAN KESELAMATAN PENGGUNA JALAN
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Jalan tersebut merupakan jalur tunggal yang menyokong seluruh mobilitas warga, mulai dari pengangkutan hasil perkebunan hingga akses anak sekolah menuju institusi pendidikan di luar desa.
Hermawan, warga lainnya, menyoroti risiko kecelakaan yang mengintai, terutama pada malam hari. Kondisi geografis jalan yang berliku ditambah minimnya fasilitas pendukung menjadi kombinasi berbahaya bagi para pelintas.
”Kondisi sekarang sudah sangat membahayakan, apalagi malam hari karena di lokasi tidak ada lampu penerangan jalan. Pengendara yang tidak tahu kondisi jalan bisa saja celaka,” tegas Hermawan. Ia juga menambahkan bahwa setiap kali hujan turun, para pengendara terpaksa berhenti atau ekstra waspada karena struktur jalan yang tersisa dikhawatirkan akan ikut ambles susulan.
RESPONS DAN LANGKAH PEMERINTAH DAERAH
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyatakan telah memberikan atensi khusus. Pemerintah berencana segera menurunkan tim ahli untuk memetakan kerusakan secara teknis.
Kepala Dinas PUPR Kuansing melalui Kabid Bina Marga, Faizal, memastikan bahwa langkah mitigasi akan segera diambil agar isolasi wilayah tidak terjadi.
“Kami akan turun melakukan pengecekan agar bisa diketahui kondisi kerusakannya dan langkah penanganan yang diperlukan,” jelas Faizal saat memberikan keterangan resmi.
STATUS KEWENANGAN JALAN DAN KOORDINASI LINTAS SEKTORAL
Di balik urgensi perbaikan, muncul fakta administratif mengenai status kepemilikan jalan tersebut. Diketahui bahwa ruas jalan Muara Lembu–Pangkalan Indarung sedang dalam masa transisi kewenangan dari Pemerintah Provinsi Riau ke Pemerintah Kabupaten Kuansing.
Meski proses serah terima aset belum sepenuhnya tuntas (final), Faizal menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan persoalan birokrasi menghambat penanganan keselamatan publik. Pihak kabupaten terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi agar ada solusi konkret dalam waktu dekat.
“Meski demikian (proses serah terima belum rampung), kami tetap berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Riau agar penanganan bisa segera dilakukan karena kondisinya cukup membahayakan masyarakat,” pungkas Faizal.
Saat ini, warga hanya bisa berharap adanya penanganan darurat berupa pemasangan rambu peringatan yang jelas dan penguatan tebing jalan sebelum kerusakan meluas dan benar-benar memutus akses transportasi desa secara total.
Editor: Redaksi








