Dua Sapi Simental asal Inhu Terpilih Menjadi Hewan Kurban Presiden 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Peternakan Disbunnakkan Inhu, Mufrizal ST (empat dari kanan) bersama staf saat mendampingi tim provinsi ketika meninjau sapi milik Nurman di Desa Pontian Mekar Kecamatan Lubuk Batu Jaya.(Disbunnakkan Inhu)

Kabid Peternakan Disbunnakkan Inhu, Mufrizal ST (empat dari kanan) bersama staf saat mendampingi tim provinsi ketika meninjau sapi milik Nurman di Desa Pontian Mekar Kecamatan Lubuk Batu Jaya.(Disbunnakkan Inhu)

INHU RIAU – Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menorehkan prestasi membanggakan pada perayaan Iduladha tahun 2026 ini. Dua ekor sapi jenis Simental milik peternak lokal, yakni Franto Kukuh Sulahirio dan Nurman, secara resmi masuk dalam nominasi dan terpilih sebagai bantuan kemasyarakatan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia. Sapi milik Franto bahkan tercatat sebagai sapi terberat di Provinsi Riau dengan bobot mencapai 1,013 ton.

IDENTITAS DAN BOBOT RAKSASA SAPI KURBAN PRESIDEN

​Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnakkan) Kabupaten Inhu, Endang Mulyawan SHut MSI, melalui Kabid Peternakan, Mufrizal ST, mengonfirmasi kabar baik tersebut. Ia menyatakan bahwa proses seleksi dan penilaian ketat telah dilalui oleh kedua sapi tersebut hingga dinyatakan layak untuk menjadi kurban orang nomor satu di Indonesia.

​”Alhamdulillah, ada dua sapi yang dijadikan sapi kurban Presiden RI tahun 2026 dari Kabupaten Inhu,” ujar Mufrizal saat dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026).
​Mufrizal merincikan bahwa sapi pertama adalah milik Franto Kukuh Sulahirio (akrab disapa Rio), warga Desa Petala Bumi, Kecamatan Seberida. Sapi jenis Simental ini memiliki bobot fantastis seberat 1.013 Kg. “Sapi milik Rio ini merupakan sapi terberat se-Provinsi Riau untuk kategori kurban tahun ini,” tambahnya.

​Sementara itu, sapi kedua merupakan milik Nurman, warga Desa Pontian Mekar, Kecamatan Lubuk Batu Jaya. Sapi ini juga berjenis Simental dengan bobot yang tak kalah mengesankan, yakni 915 Kg. Terpilihnya dua sapi dari satu kabupaten ini menjadi bukti kualitas peternakan di Inhu yang semakin mumpuni.

KESIAPAN TEKNIS DAN KESEHATAN HEWAN

​Mengenai aspek legalitas, kesehatan, dan transaksi, pihak Disbunnakkan memastikan semuanya sudah rampung. Tim dari pusat dan provinsi telah melakukan verifikasi faktual untuk menjamin hewan tersebut bebas dari penyakit dan memenuhi syarat syariat islam.

​”Untuk proses akhir, mulai dari kondisi kesehatan, harga, hingga administrasi lainnya sudah tidak ada kendala lagi. Semuanya sudah klop. Saat ini kami hanya tinggal menunggu jadwal penjemputan sapi dari kandang peternak oleh petugas yang ditunjuk,” jelas Mufrizal.

​Keberhasilan ini disambut baik oleh para peternak. Rio, selaku pemilik sapi terberat, mengungkapkan rasa syukurnya karena perawatan intensif yang dilakukannya membuahkan hasil hingga terpilih oleh tim kepresidenan. Hal senada juga dirasakan oleh Nurman yang merasa bangga sapinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas melalui program kurban kepresidenan.

KETERSEDIAAN DAN PEMANTAUAN HEWAN KURBAN DAERAH

​Selain membahas sapi kurban presiden, Kabid Peternakan juga memberikan gambaran menyeluruh mengenai stok hewan kurban untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Inhu secara umum. Ia menegaskan bahwa ketersediaan ternak di wilayah tersebut berada dalam posisi aman dan mencukupi.

​”Secara umum, ketersediaan hewan kurban di Inhu tergolong cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Iduladha nanti. Kami terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kualitasnya,” kata Mufrizal.

​Sebagai langkah preventif dan edukatif, Disbunnakkan telah menyebarkan selebaran berisi panduan pelayanan dan pendampingan hewan kurban. Hal ini dilakukan agar setiap panitia kurban di masjid-masjid maupun individu memahami syarat dan ketentuan penyembelihan yang benar, baik dari sisi kesehatan hewan (keswan) maupun kesejahteraan hewan (kesrawan).

​”Kami ingin memastikan kondisi hewan kurban sesuai syarat. Jika ada peternak atau panitia kurban yang membutuhkan pendampingan, silakan hubungi nomor telepon kami atau berkoordinasi langsung dengan pihak kecamatan setempat,” pungkasnya menutup keterangan.

KESIMPULAN DAN HARAPAN

​Dengan terpilihnya dua sapi raksasa dari Inhu, pemerintah daerah berharap hal ini menjadi motivasi bagi peternak lain untuk terus meningkatkan pola asuh dan kualitas pakan ternak mereka. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap teliti dalam memilih hewan kurban dengan selalu mengacu pada hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas lapangan di masing-masing kecamatan.

Editor: Cdr

Berita Terkait

Wali Murid Apresiasi Program Rutan Go to School
Spesialis Pencuri Tabung Gas Berhasil Ditangkap URC Polres Kotamobagu
Usai Pertemuan Wali Kota dan GM Patra Niaga Sulawesi, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman
Duet Membangun Desa: Sangadi Ikuna dan Dumara Bersinergi Bangun Jalan Akses Untuk Masyarakat 
Ini Langkah Gubernur Antisipasi Harga Cabai yang Makin ‘Pedas’ di Sulut
Brigjen Pol Yudo Hermanto Terima Estafet Kepemimpinan Polda Sulut dari Irjen Pol Roycke Harry Langie
Polda Sulut Periksa Pejabat Pemprov. Ada Mantan Sekprov, Asisten, Kadis dan Kaban
326 Prajurit Tamtama TNI AD Resmi Dilantik, Pangdam XIII/Merdeka Tutup Pendidikan di Bitung
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:26 WIB

Wali Murid Apresiasi Program Rutan Go to School

Sabtu, 12 September 2026 - 00:12 WIB

Spesialis Pencuri Tabung Gas Berhasil Ditangkap URC Polres Kotamobagu

Jumat, 11 September 2026 - 23:01 WIB

Usai Pertemuan Wali Kota dan GM Patra Niaga Sulawesi, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Jumat, 11 September 2026 - 21:10 WIB

Duet Membangun Desa: Sangadi Ikuna dan Dumara Bersinergi Bangun Jalan Akses Untuk Masyarakat 

Kamis, 10 September 2026 - 22:40 WIB

Ini Langkah Gubernur Antisipasi Harga Cabai yang Makin ‘Pedas’ di Sulut

Berita Terbaru

Kasubsi Peltah Rutan Kelas IIB Kotamobagu, Busen SH, saat memberikan edukasi tentang hukum dan kriminal (foto: istimewa)

Daerah

Wali Murid Apresiasi Program Rutan Go to School

Senin, 14 Sep 2026 - 12:26 WIB