KUANSING RIAU – Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) bersiap menyambut perhelatan akbar Pacu Jalur Rayon II yang akan dilaksanakan di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, pada 26-28 Juni 2026. Menariknya, gelaran tradisi tahun ini dipadukan dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-XLIV Tingkat Provinsi Riau.
Dengan mengusung tagline “Siang Bapacu, Malam Mangaji”, Pemerintah Kabupaten Kuansing bersama panitia pelaksana berkomitmen menghadirkan keseimbangan antara sportivitas adat dan nilai-nilai religiusitas bagi masyarakat dan wisatawan.
FILOSOFI SIANG BAPACU MALAM MANGAJI
Perpaduan antara Pacu Jalur dan MTQ tahun ini bukan tanpa alasan. Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, M.M., menjelaskan bahwa konsep ini bertujuan untuk menjaga identitas masyarakat Kuansing yang agamis namun tetap teguh memegang tradisi leluhur.
”Kami ingin menunjukkan bahwa kemeriahan budaya tidak harus membuat kita lalai akan kewajiban spritual. Melalui tagline ‘Siang Bapacu, Malam Mangaji’, kita mengajak masyarakat untuk bersemangat berkompetisi di sungai pada siang hari, dan kembali bersimpuh mendengarkan kalam ilahi pada malam harinya,” ujar Suhardiman Amby saat dikonfirmasi mengenai kesiapan acara.
KESIAPAN INFRASTRUKTUR DAN TEKNIS LAPANGAN
Sebagai jantung dari pelaksanaan Pacu Jalur, Tepian Narosa kini tengah menjalani berbagai persiapan teknis. Ketua Panitia Pelaksana, Indra Sukri, ST., M.Pd, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan, baik bagi para atlet jalur maupun penonton yang diprediksi akan membeludak.
”Saat ini persiapan teknis di lapangan terus kami matangkan. Kami berkoordinasi erat dengan Camat Kuantan Tengah, Bapak Eka Putra, serta Sekretaris Panitia, Elpi Satriadi, untuk memastikan fasilitas di sepanjang Tepian Narosa siap 100 persen sebelum hari H,” kata Indra Sukri dalam wawancara baru-baru ini.
DORONGAN EKONOMI DAN PARIWISATA DAERAH
Selain aspek budaya, pemerintah daerah melihat event ganda ini sebagai momentum emas untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal. Sektor UMKM dan perhotelan diharapkan mendapatkan dampak positif dari kunjungan wisatawan luar daerah dan mancanegara.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnain, ST., M.Si, menambahkan bahwa sinergi ini akan menjadi daya tarik unik yang jarang ditemui di daerah lain. “Ini adalah paket wisata lengkap. Wisatawan tidak hanya menonton lomba dayung yang memacu adrenalin, tetapi juga bisa merasakan suasana religius yang kental. Kami optimis ini akan meningkatkan angka kunjungan pariwisata Riau secara signifikan,” tuturnya.
PARTISIPASI MASYARAKAT DAN SEMANGAT GOTONG ROYONG
Pihak penyelenggara juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Pacu Jalur adalah simbol gotong royong, di mana keberhasilan satu jalur di sungai sangat bergantung pada kekompakan tim, sebagaimana keberhasilan acara ini bergantung pada dukungan warga Kuansing.
”Harapan kami, masyarakat bisa menjadi tuan rumah yang baik. Mari kita sukseskan Pacu Jalur dan MTQ Provinsi Riau ini dengan menjaga kebersihan dan keamanan bersama. Ini adalah panggung kita untuk memperkenalkan kekayaan Kuansing ke dunia luar,” pungkas Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si.
Bagi para penggemar atraksi budaya dan pencinta seni Al-Qur’an, agenda pada tanggal 26 hingga 28 Juni 2026 di Teluk Kuantan menjadi momen yang tidak boleh dilewatkan. Suara sorak sorai pendukung jalur dan syahdunya lantunan ayat suci akan menjadi harmoni indah di Bumi bermarwah.
Laporan Oleh Reportase: Bidang Humas, Informasi, Publikasi, & Dokumentasi Panitia Pacu Jalur Rayon II Tepian Narosa 2026.
Editor: Candra (Redaksi)








