KOTAMOBAGU (Sulawesi Utara) Gnews86.com – Suasana haru menyelimuti ruang guru SDN I Poyowa Besar hari ini. Setelah puluhan tahun mengabdikan diri mendidik anak-anak bangsa, Ibu Rosdaita Marada, atau yang dengan penuh kasih sayang disapa Mama Aris oleh seluruh warga sekolah, resmi memasuki masa purna tugas. Perpisahan ini bukan sekadar akhir masa bakti, melainkan perpisahan yang menyisakan kenangan mendalam, kehangatan, dan jejak kasih yang takkan pernah pudar.
Selama puluhan tahun berdiri di depan kelas, Mama Aris bukan sekadar guru bagi murid-muridnya. Beliau adalah ibu kedua, sahabat, dan pelita yang selalu hadir dengan senyum tulus, sabar, dan ketulusan yang tiada duanya. Tak ada murid yang merasa terasing di hadapannya, tak ada kesulitan yang tak ia bantu atasi. Setiap huruf yang ia ajarkan disertai niat tulus mencetak generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berhati mulia.
Kesan Rekan Guru: Ibu Imiati Lomban, S.Pd.
Dari balik pintu kelas ruangan ia mengajar, rekan sejawatnya, Ibu Imiati Lomban, S.Pd., menyampaikan kesan yang begitu menyentuh hati, “Selama bertahun-tahun berdampingan, Mama Aris bukan hanya rekan kerja bagiku, melainkan sahabat dan saudara. Aku melihat sendiri bagaimana beliau mengajar dengan sepenuh hati, tak pernah lelah, tak pernah mengeluh. Beliau selalu berkata, ‘Anak-anak ini titipan Tuhan, harus kita jaga dan kita sayangi seperti anak sendiri.’ Kesabaran, kerendahan hati, dan semangatnya adalah teladan terbesar bagi kami semua. Sekolah ini akan terasa sepi tanpa kehadiran beliau. Terima kasih, Mama Aris, atas segala ilmu, nasihat, dan persahabatan yang tulus. Semoga tenang dan bahagia selalu di masa pensiunmu,”
Pun kesan Kepala Sekolah, Ibu Fatmiyati Makalalag, S.Pd.
Kepala Sekolah SDN I Poyowa Besar, Ibu Fatmiyati Makalalag, S.Pd., tak kuasa menahan haru saat melepas sosok yang dianggap sebagai tiang penyangga semangat di sekolah ini, “Mama Aris adalah sosok yang luar biasa. Puluhan tahun mengabdi tanpa pamrih, setia, dan selalu menjadi tempat bertanya serta sandaran bagi kami semua. Beliau tidak hanya mengajar ilmu pengetahuan, tetapi menanamkan nilai-nilai kebaikan, kesopanan, dan ketulusan yang sulit ditemukan di tempat lain. Kepergiannya meninggalkan kekosongan yang tak mudah digantikan, namun warisan kebaikan dan semangat mendidik yang beliau tinggalkan akan terus kami jaga dan lanjutkan. Terima kasih, Ibu Rosdaita Marada, Mama Aris atas segala pengabdian yang penuh cinta. Selamat menikmati masa pensiun, istirahatlah dengan tenang, karena engkau telah memberikan yang terbaik bagi anak-anak kami,”
Di akhir acara perpisahan itu, Mama Aris berdiri di hadapan rekan-rekan dan murid-murid yang hadir, matanya berkaca-kaca namun tersenyum lembut. “Mengajar adalah kebahagiaanku, melihat Anak didikku tumbuh menjadi orang baik adalah kebanggaanku. Pergi bukan berarti melupakan, hati ini tetap di sini, bersama kalian semua.”
Selamat purna tugas, Ibu Rosdaita Marada, Mama Aris. Pengabdianmu abadi, kasih sayangmu takkan pernah pudar. Semoga masa pensiunmu penuh berkah, kesehatan, dan kebahagiaan bersama keluarga tercinta. Jejakmu tetap melekat di hati seluruh warga SDN I Poyowa Besar.








