Cianjur Jawa Barat — Sebuah insiden kejar-kejaran menegangkan yang melibatkan satu unit mobil Low Cost Green Car (LCGC) berwarna putih dengan sekelompok orang yang diduga kuat merupakan penagih utang atau debt collector (DC) terjadi di kawasan Jalan Raya Puncak, Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Aksi nekat pengemudi LCGC yang menerobos adangan hingga masuk ke area parkir Rest Area Seger Alam tersebut sempat terekam kamera amatir warga, viral di berbagai platform media sosial, dan kini tengah menjadi sorotan hangat masyarakat serta pihak kepolisian setempat.
INSIDEN KEJAR-KEJARAN DI JALAN RAYA PUNCAK
Peristiwa mencekam ini bermula ketika mobil LCGC putih tersebut melaju secara ekstrem dari arah Cianjur menuju ke arah Bogor. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di jagat maya, setibanya di sekitar kawasan Rest Area Seger Alam, Ciloto, laju kendaraan tersebut sempat berusaha dihentikan secara paksa oleh sejumlah pria. Beberapa orang di antaranya bahkan nekat menghadang mobil menggunakan water barrier (pembatas jalan plastik) dan melemparkan helm ke arah kaca depan mobil untuk memaksa sang sopir berhenti.
Namun, alih-alih memperlambat laju kendaraannya, pengemudi LCGC putih itu justru menginjak pedal gas lebih dalam, melesat cepat menghindari hadangan, dan langsung membelokkan kendaraannya secara tajam masuk ke dalam area parkiran Rest Area Seger Alam demi menyelamatkan diri dari amukan massa yang mengejarnya.
DETIK-DETIK MENEGANGKAN DI REST AREA SEGER ALAM
Sesampainya di dalam area parkir rest area, mobil tersebut langsung berhenti mendadak. Tidak lama kemudian, pintu depan sebelah kiri terbuka dan seorang penumpang perempuan turun dengan tergesa-gesa dalam kondisi panik. Langkah tersebut segera disusul oleh sang sopir yang langsung keluar dari pintu kemudi. Situasi di sekitar lokasi sempat tegang sebelum akhirnya kerumunan massa yang mengejar mulai terpecah.
KONFIRMASI DAN RESPON KEPOLISIAN SEKTOR PACET
Menanggapi video viral yang meresahkan pengguna jalan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penelusuran. Kapolsek Pacet, Kompol Amir Said, menyatakan bahwa pihak aparat penegak hukum telah memonitor perkembangan video tersebut di media sosial, namun hingga saat ini masih menunggu laporan resmi dari pihak-pihak yang dirugikan dalam insiden tersebut.
”Kami sudah memonitor kejadian tersebut yang viral di media sosial, tapi hingga saat ini belum ada laporan polisi resmi yang masuk ke kami terkait insiden di Ciloto itu,” ujar Kompol Amir Said saat dikonfirmasi pada Selasa (12/5).
IMBAUAN KEPADA MASYARAKAT DAN KORBAN
Lebih lanjut, Kompol Amir Said menegaskan bahwa pihak kepolisian belum bisa memberikan kesimpulan final mengenai motif utama di balik aksi kejar-kejaran tersebut, termasuk apakah kelompok pengejar tersebut benar-benar oknum debt collector resmi atau pihak lain, karena proses penyelidikan formal baru bisa berjalan optimal setelah adanya laporan resmi dari korban. Beliau juga meminta masyarakat untuk segera melapor jika mengalami tindakan premanisme atau intimidasi serupa di jalan raya.
”Jika memang ada laporan polisi yang masuk, tentunya pasti akan langsung kita tindak lanjuti secara hukum. Hingga saat ini, kita juga belum dapat memastikan secara pasti jika aksi itu melibatkan DC (debt collector). Tapi memang narasi yang viral di masyarakat saat ini terkait dengan hal tersebut,” tambah Kompol Amir Said.
INFORMASI TAMBAHAN DAN SITUASI KONDUSIF
Hingga berita ini diturunkan, kawasan Jalan Raya Puncak Ciloto dan Rest Area Seger Alam dilaporkan telah kembali dalam situasi yang aman, kondusif, dan arus lalu lintas berjalan normal seperti biasa. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta selalu mengutamakan keselamatan berkendara guna menghindari kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Editor: Redaksi








