Viral Aksi Kejar-kejaran LCGC Putih Diduga vs Debt Collector di Puncak, Polisi Buka Suara

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur Jawa Barat — Sebuah insiden kejar-kejaran menegangkan yang melibatkan satu unit mobil Low Cost Green Car (LCGC) berwarna putih dengan sekelompok orang yang diduga kuat merupakan penagih utang atau debt collector (DC) terjadi di kawasan Jalan Raya Puncak, Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Aksi nekat pengemudi LCGC yang menerobos adangan hingga masuk ke area parkir Rest Area Seger Alam tersebut sempat terekam kamera amatir warga, viral di berbagai platform media sosial, dan kini tengah menjadi sorotan hangat masyarakat serta pihak kepolisian setempat.

​INSIDEN KEJAR-KEJARAN DI JALAN RAYA PUNCAK

​Peristiwa mencekam ini bermula ketika mobil LCGC putih tersebut melaju secara ekstrem dari arah Cianjur menuju ke arah Bogor. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di jagat maya, setibanya di sekitar kawasan Rest Area Seger Alam, Ciloto, laju kendaraan tersebut sempat berusaha dihentikan secara paksa oleh sejumlah pria. Beberapa orang di antaranya bahkan nekat menghadang mobil menggunakan water barrier (pembatas jalan plastik) dan melemparkan helm ke arah kaca depan mobil untuk memaksa sang sopir berhenti.

​Namun, alih-alih memperlambat laju kendaraannya, pengemudi LCGC putih itu justru menginjak pedal gas lebih dalam, melesat cepat menghindari hadangan, dan langsung membelokkan kendaraannya secara tajam masuk ke dalam area parkiran Rest Area Seger Alam demi menyelamatkan diri dari amukan massa yang mengejarnya.

​DETIK-DETIK MENEGANGKAN DI REST AREA SEGER ALAM

​Sesampainya di dalam area parkir rest area, mobil tersebut langsung berhenti mendadak. Tidak lama kemudian, pintu depan sebelah kiri terbuka dan seorang penumpang perempuan turun dengan tergesa-gesa dalam kondisi panik. Langkah tersebut segera disusul oleh sang sopir yang langsung keluar dari pintu kemudi. Situasi di sekitar lokasi sempat tegang sebelum akhirnya kerumunan massa yang mengejar mulai terpecah.

​KONFIRMASI DAN RESPON KEPOLISIAN SEKTOR PACET

​Menanggapi video viral yang meresahkan pengguna jalan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penelusuran. Kapolsek Pacet, Kompol Amir Said, menyatakan bahwa pihak aparat penegak hukum telah memonitor perkembangan video tersebut di media sosial, namun hingga saat ini masih menunggu laporan resmi dari pihak-pihak yang dirugikan dalam insiden tersebut.

​”Kami sudah memonitor kejadian tersebut yang viral di media sosial, tapi hingga saat ini belum ada laporan polisi resmi yang masuk ke kami terkait insiden di Ciloto itu,” ujar Kompol Amir Said saat dikonfirmasi pada Selasa (12/5).

​IMBAUAN KEPADA MASYARAKAT DAN KORBAN

​Lebih lanjut, Kompol Amir Said menegaskan bahwa pihak kepolisian belum bisa memberikan kesimpulan final mengenai motif utama di balik aksi kejar-kejaran tersebut, termasuk apakah kelompok pengejar tersebut benar-benar oknum debt collector resmi atau pihak lain, karena proses penyelidikan formal baru bisa berjalan optimal setelah adanya laporan resmi dari korban. Beliau juga meminta masyarakat untuk segera melapor jika mengalami tindakan premanisme atau intimidasi serupa di jalan raya.

​”Jika memang ada laporan polisi yang masuk, tentunya pasti akan langsung kita tindak lanjuti secara hukum. Hingga saat ini, kita juga belum dapat memastikan secara pasti jika aksi itu melibatkan DC (debt collector). Tapi memang narasi yang viral di masyarakat saat ini terkait dengan hal tersebut,” tambah Kompol Amir Said.

​INFORMASI TAMBAHAN DAN SITUASI KONDUSIF

​Hingga berita ini diturunkan, kawasan Jalan Raya Puncak Ciloto dan Rest Area Seger Alam dilaporkan telah kembali dalam situasi yang aman, kondusif, dan arus lalu lintas berjalan normal seperti biasa. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta selalu mengutamakan keselamatan berkendara guna menghindari kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Editor: Redaksi

Berita Terkait

Harmoni dari Timur Menuju Panggung Nasional
Suara Tanah Adat yang Tersisih di Meja Kebijakan
Jejak Api di Kampus, Menanti Ujung Penyidikan
Jejak Sopi di Kota Damai, Polisi Perketat Peredaran Miras di Masohi
Pendopo Jadi Lautan Dukungan
Jeriken di Bangku Terdakw
Jejak Data di Ufuk Timur Kota Tual
Jembatan yang Ditunggu di Tengah Arus yang Memisahkan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:56 WIB

Harmoni dari Timur Menuju Panggung Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:34 WIB

Suara Tanah Adat yang Tersisih di Meja Kebijakan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:18 WIB

Jejak Api di Kampus, Menanti Ujung Penyidikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:07 WIB

Jejak Sopi di Kota Damai, Polisi Perketat Peredaran Miras di Masohi

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pendopo Jadi Lautan Dukungan

Berita Terbaru

DPRD Kota Bandung resmi mengesahkan Perda Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual sebagai landasan hukum bagi upaya pencegahan, pembinaan, dan perlindungan sosial di masyarakat.(dok foto: viva.co.id)

Nasional

Pagar Baru di Ruang Publik

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:22 WIB

Kapolri berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar untuk mengenang dan menyerap nilai kepemimpinan Presiden pertama RI sebagai inspirasi dalam menjaga persatuan dan pengabdian kepada bangsa.(dok foto: viva.co.id)

Nasional

Jejak Sang Proklamator di Tengah Tantangan Zaman

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:13 WIB

Kementerian Haji dan Umrah melaporkan sebanyak 114.236 jemaah dan petugas haji Indonesia atau sekitar 55 persen dari total peserta telah kembali ke Indonesia hingga hari ke-17 masa pemulangan.(dok foto : Viva.co.id)

Nasional

Arus Pulang dari Tanah Suci

Jumat, 19 Jun 2026 - 03:44 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan modal usaha Rp10 juta dan peluang kerja bagi pedagang yang terdampak penertiban kawasan wisata Puncak sebagai bagian dari program penataan ruang dan pemulihan ekonomi masyarakat.( dok foto : Kompas.com)

Nasional

Janji di Tengah Reruntuhan

Jumat, 19 Jun 2026 - 03:35 WIB