KUANSING (RIAU) — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), H. Juprizal, S.E., M.Si., melakukan inspeksi mendadak ke ruas jalan di depan Pasar Modern Teluk Kuantan yang mengalami kerusakan parah pada Selasa, 19 Mei 2026 siang.
Dalam peninjauan langsung tersebut, Ketua DPRD didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing, Ade Fahrer Arip, serta Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kuansing, Hendri Wahyudi. Melihat kondisi akses jalan yang memprihatinkan, H. Juprizal memberikan tenggat waktu (deadline) yang tegas kepada Dinas PUPR untuk menuntaskan perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut sebelum Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 27 Mei 2026 mendatang.
FAKTA KERUSAKAN DI LAPANGAN DAN KELUHAN MASYARAKAT
Berdasarkan hasil pantauan langsung di lokasi, ruas jalan yang menjadi akses utama menuju pusat perbelanjaan masyarakat tersebut saat ini masih dalam kondisi pengerasan tanah berbatu. Di sepanjang jalur 100 meter itu, ditemukan banyak titik lubang yang cukup dalam.
Bahkan, terdapat dua titik kerusakan paling parah dengan kedalaman lubang mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan dan memicu genangan air yang luas ketika musim hujan tiba.
Aktivitas masyarakat yang sangat tinggi di kawasan ini berbanding terbalik dengan kenyamanan fasilitas publik yang tersedia. Kerusakan yang terkesan dibiarkan tanpa penanganan dalam beberapa waktu terakhir ini akhirnya memicu gelombang sorotan tajam dari publik dan pengguna jalan.
”Inilah yang kita tinjau tadi. Kondisinya seperti apa di lapangan. Dan fakta di lapangan, rusak serta harus segera diperbaiki oleh Dinas PUPR Kuansing,” ungkap H. Juprizal dengan tegas seusai memeriksa titik-titik kerusakan.
SINKRONISASI PENGGUNAAN ANGGARAN DAN RETRIBUSI DAERAH
Ketua DPRD Kuansing juga menyoroti adanya ketimpangan antara penarikan retribusi daerah dan penyediaan fasilitas yang layak bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa masyarakat tetap dibebankan biaya parkir saat berkunjung ke pasar modern, namun hak mereka untuk mendapatkan infrastruktur yang aman justru terabaikan.
Untuk mempercepat proses pengerjaan tanpa birokrasi yang berbelit-belit, Juprizal menyarankan agar Dinas PUPR mengoptimalkan anggaran swakelola. Mengingat urgensi jalan ini sangat tinggi bagi perputaran ekonomi, penanganan darurat dinilai menjadi solusi paling rasional.
”Saya minta ini diperbaiki sebelum Iduladha sudah tuntas. Masak ini dibiarkan seperti ini. Sementara aktivitas masyarakat tinggi melewati ruas jalan itu. Masyarakat dipungut parkir, tapi fasilitasnya tidak diperbaiki. Makanya saya berharap, Dinas PUPR segera melakukan perbaikan,” tambah Juprizal.
RESPON DAN KOMITMEN PIHAK EKSEKUTIF
Menanggapi instruksi dan tenggat waktu ketat yang diberikan oleh pihak legislatif, Kepala Dinas PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arip, menyatakan kesiapannya untuk segera mengambil langkah taktis di lapangan. Pihaknya berjanji akan langsung melakukan pemetaan teknis dan material guna memulai proses pembenahan jalan pasar tersebut secepat mungkin.
”Kami akan cek pengantarannya. Dan kita segera melakukan perbaikan ruas jalan ini,” ujar Ade Fahrer Arip secara singkat saat dikonfirmasi di lokasi peninjauan.
Akses jalan ini diprediksi akan mengalami lonjakan arus lalu lintas yang sangat signifikan dalam beberapa hari ke depan, mengingat hari pasar dan persiapan masyarakat dalam menyambut hari raya kurban (Idul adha) selalu berpusat di kawasan Pasar Modern Teluk Kuantan.
Kesegeraan tindakan dari Dinas PUPR kini menjadi tumpuan utama masyarakat sekitar Kuantan Tengah demi kelancaran aktivitas ekonomi mereka.
Editor: Redaksi








