KUANSING RIAU– Polsek Cerenti mengambil langkah konkret dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang digencarkan oleh pemerintah pusat. Pada Selasa (12/5/2026) siang, Kapolsek Cerenti IPTU Peri Padli memimpin langsung peninjauan dan pengecekan lahan pertanian seluas 6 hektare (60.000 meter persegi) yang tersebar di enam desa di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan sektor agrokompleks di tingkat pemukiman dalam menghadapi tantangan pemenuhan pangan berkelanjutan.
SINERGI LINTAS SEKTORAL DI LAPANGAN

Kegiatan peninjauan yang berpusat di Desa Pulau Bayur ini melibatkan berbagai elemen penting dari jajaran kepolisian, aparatur kecamatan, perangkat desa, hingga tenaga ahli pertanian. Kapolsek Cerenti didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Cerenti IPDA Toni, S.E, Ps Kanit Binmas AIPDA Harry Rahyudi, dan Bhabinkamtibmas BRIPKA Windrahadi.
Dari sisi pemerintahan sipil dan teknis, hadir Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cerenti Alda Marlena, S.E, Kepala Desa Pulau Bayur Dislagana Parce, S.Pd, Kepala Desa Kampung Baru Timur Zulhery, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rini Widarni, S.P, Kasi PMD Fitriyani, S.E, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Koto Cerenti Ferry Hardiansyah, serta Direktur BUMDes Kampung Baru Timur.
KONDISI DAN KESIAPAN LAHAN PERTANIAN

Berdasarkan hasil verifikasi faktual di lapangan, lahan seluas 6 hektare tersebut saat ini telah selesai melewati tahap pembersihan (land clearing) dan pembajakan tanah awal. Kondisi tanah dinilai sangat potensial dan siap untuk memasuki fase penanaman.
”Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan ketahanan pangan yang akan dikelola bersama. Kami ingin memastikan bahwa struktur tanah dan aksesibilitasnya benar-benar matang sebelum benih mulai ditanam,” ujar Kapolsek Cerenti IPTU Peri Padli di sela-sela kegiatan.
KONFIRMASI STAKEHOLDER TERKAIT KELAYAKAN TEKNIS
Dari sudut pandang teknis pertanian, Kepala BPP Cerenti Rini Widarni, S.P, menyatakan bahwa koordinasi ini sangat penting untuk menyelaraskan jenis komoditas dengan kondisi hara tanah pasca-pembajakan.
”Kami dari pihak penyuluh telah memeriksa kondisi tanah yang sudah dibajak ini. Secara teknis, lahan enam hektare di kawasan ini siap ditanami komoditas pangan pendukung. Sinergi dengan Polsek dan desa membuat pengawasan distribusi pupuk dan bibit nantinya akan jauh lebih terukur,” ungkap Rini Widarni saat dikonfirmasi di lokasi.
KETERLIBATAN PEMERINTAH DESA DAN EKONOMI LOKAL

Program ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, melainkan juga pada penguatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kepala Desa Pulau Bayur, Dislagana Parce, S.Pd, menyambut baik langkah taktis ini sebagai bentuk pemanfaatan aset ruang terbuka hijau yang produktif.
”Kami menyambut baik asistensi dari pihak Polsek Cerenti. Lahan di Desa Pulau Bayur dan desa sekitarnya ini akan dioptimalkan secara gotong royong. Harapan kami, melalui keterlibatan BUMDes, hasil panen dari lahan enam hektare ini nantinya bisa langsung diserap untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga lokal terlebih dahulu dengan harga terjangkau,” jelas Dislagana Parce.
EVALUASI DAN SITUASI KAMTIBMAS
Rangkaian kegiatan pengecekan fisik lahan ini berlangsung secara komprehensif selama satu jam, dimulai pukul 12.30 WIB hingga berakhir pada pukul 13.30 WIB. Seluruh tahapan koordinasi lapangan berjalan dengan lancar, komunikatif, serta didukung penuh oleh warga sekitar. Hingga berakhirnya peninjauan, situasi di kawasan Desa Pulau Bayur dan sekitarnya terpantau aman, tertib, dan kondusif.
-Eki Maidededi








