KUANSING (Riau) – www.GNews86.Com| — Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengambil langkah cepat untuk mengamankan anggaran pusat demi pembangunan daerah. Melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kuansing, Napisman, Pemkab Kuansing resmi menyerahkan proposal usulan pembangunan tahun 2027 kepada Ketua Forum DPR RI Asal Riau, Achmad.
Penyerahan dokumen strategis ini berlangsung di tengah momentum peluncuran Forum DPR RI Asal Riau yang digelar di Auditorium Lantai 8 Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, pada Senin (8/6/2026). Napisman hadir mewakili Bupati Kuansing Suhardiman Amby, dengan didampingi langsung oleh Kepala Bappedalitbang Kuansing, Hendra Roza. Langkah ini diambil sebagai strategi jemput bola di tengah merosotnya kondisi fiskal daerah.
STRATEGI MEMANGKAS KETERBATASAN FISKAL DAERAH
Ketergantungan pembangunan daerah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam sambutannya mengakui bahwa kondisi keuangan daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sedang mengalami tekanan yang cukup berat.
”Ada sejumlah proyek strategis yang memerlukan dukungan pendanaan pusat, seperti pembangunan Jembatan Bengkalis, Flyover Garuda Sakti di Pekanbaru, serta berbagai program pembangunan di kabupaten dan kota lainnya di Riau. Hal ini menjadi penting mengingat kondisi fiskal daerah saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ujar SF Hariyanto di hadapan para kepala daerah yang hadir.
Senada dengan hal tersebut, Asisten II Setda Kuansing, Napisman, menjelaskan bahwa proposal yang diserahkan kepada tim Senayan merupakan rangkuman dari program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat Kuansing. Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat Pemkab Kuansing harus jeli melihat peluang pendanaan lain.
”Kami menyadari bahwa jika hanya mengandalkan APBD kabupaten, akselerasi pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Kuansing akan berjalan lambat. Oleh karena itu, dukungan dari para wakil rakyat asal Riau di Senayan sangat penting untuk mendorong realisasi program-program prioritas ini ke dalam penganggaran pusat,” ungkap Napisman seusai menyerahkan dokumen tersebut.
Kehadiran Forum DPR RI Asal Riau ini dinilai menjadi jembatan birokrasi yang efektif. Selama ini, usulan daerah kerap kali terhambat di tingkat kementerian karena minimnya pengawalan politik dari anggota legislatif di tingkat pusat.
OPTIMALISASI 13 WAKIL RAKYAT DI SENAYAN
Ketua Forum DPR RI Asal Riau, Achmad, menyambut baik langkah proaktif yang ditunjukkan oleh Pemkab Kuansing. Menurut mantan Bupati Rokan Hulu ini, forum yang baru diluncurkan tersebut memang didesain sebagai wadah kolektif untuk memperjuangkan kepentingan Riau tanpa melihat sekat partai politik.
”Saat ini terdapat 13 anggota DPR RI asal Riau yang berkomitmen mendukung pembangunan Provinsi Riau. Melalui forum ini, diharapkan semakin banyak usulan pembangunan dari pemerintah kabupaten dan kota yang dapat kami perjuangkan kepada pemerintah pusat,” tegas Achmad.
Acara peluncuran dan penyerahan proposal ini juga disaksikan oleh jajaran pejabat tinggi daerah. Di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, Ketua DPRD Riau Kaderismanto, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau.
Sejumlah anggota DPR RI dapil Riau yang tampak hadir antara lain Zahrul Aidi Maazat, Hendri Munief, Siti Aisyah, dan Karmila Sari. Mereka menyatakan kesiapannya untuk memilah dan mengawal setiap usulan prioritas dari daerah agar masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) nasional tahun 2027.
Melalui komitmen bersama ini, Pemkab Kuansing berharap koordinasi intensif pasca-penyerahan proposal dapat terus berjalan, sehingga proyeksi pembangunan daerah pada tahun 2027 dapat terealisasi secara merata demi kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kuantan Singingi.
Editor: Candra Winata








