Rais Yatim Dorong Kelestarian Bahasa dan Budaya Minang di Era Globalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – GNews86.com| Senin 25/5 — Tokoh hukum sekaligus politikus senior Malaysia keturunan Minangkabau, Tan Sri Datuk Seri Utama Dr. Rais Yatim, mendorong penguatan kembali penggunaan bahasa dan pelestarian budaya Minangkabau di tengah derasnya arus globalisasi yang berpotensi mengikis identitas lokal. Pesan penting tersebut disampaikannya saat menghadiri secara langsung kegiatan akbar Silaturahmi Diaspora Minang Network Global (MDNG) 2026 yang berlangsung di Universitas Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Sabtu (23/5/2026). Pertemuan berskala internasional ini mengangkat tema utama “Mufakat Ranah dan Rantau: Membangun Nagari-Menguatkan Jati Diri” sebagai bentuk komitmen bersama menjaga warisan leluhur.

​Kehadiran mantan Ketua Dewan Negara Malaysia yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat MDN-G ini disambut hangat sejak mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat malam pukul 19.15 WIB. Ikut menjemput di pintu kedatangan adalah Hakim Pengadilan Agama Rangkasbitung Provinsi Banten, Gushairi, S.H.I., MCL., CIPM., CPM., CPArb., bersama istrinya, Dona Melova, S.E., S.H., seorang advokat muda sekaligus motivator kegiatan sosial di Banten yang juga memiliki darah keturunan Minang. Rombongan kemudian langsung bertolak menuju Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, sebelum menghadiri puncak acara keesokan harinya.

​Dalam pidato sambutannya sebagai Penasihat MDN-G, Rais Yatim menegaskan bahwa tantangan modernisasi digital saat ini menuntut aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat adat untuk menyelamatkan bahasa ibu. Menurutnya, tanpa adanya kesadaran kolektif dari generasi muda dan perantau, identitas kultural yang kaya akan nilai filosofis bisa perlahan menghilang dari interaksi sehari-hari akibat tergerus oleh budaya asing.

​”Untuk menjaga bahasa, budaya, dan adat Minangkabau, aspek-aspek ini perlu digalakkan kembali di tengah-tengah masyarakat kita hari ini. Perlu dorongan kuat dan konkret dari Minang Diaspora Network Global, termasuk kolaborasi aktif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Pemerintah Republik Indonesia,” ujar Rais Yatim di hadapan ratusan tokoh diaspora yang memadati aula Universitas Yarsi.

​TANTANGAN PELESTARIAN ADAT DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN DAN TEKNOLOGI GLOBAL

​Negarawan yang tercatat pernah mengabdi bersama delapan Perdana Menteri Malaysia dan memimpin 13 lembaga kementerian yang berbeda—termasuk sebagai Menteri Luar Negeri Malaysia—ini menilai bahwa kekuatan masyarakat Minangkabau terletak pada jalinan hubungan antara tanah asal (ranah) dan wilayah perantauan (rantau).

Sinergi ini harus diwujudkan dalam program-program edukasi bahasa bagi generasi yang lahir di luar Sumatera Barat agar tidak kehilangan jati dirinya.
​Komitmen senada disampaikan oleh Presiden MDN-G, Fasli Jalal. Ia menekankan bahwa diaspora Minang yang tersebar di seluruh belahan dunia memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun nagari (desa adat) asal mereka. Penguatan jati diri kebudayaan dipandang sebagai benteng pertahanan moral di era digital yang serba terbuka dan tanpa batas ini.

​”Kita tidak boleh melupakan akar budaya kita sendiri. Melalui forum mufakat ranah dan rantau ini, kita menyusun langkah strategis agar nilai-nilai luhur seperti ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’ tetap melandasi cara berpikir generasi penerus, di mana pun mereka berada di dunia,” kata Fasli Jalal menegaskan pentingnya konsistensi gerakan kebudayaan tersebut.

​Selain menjadi forum diskusi strategis, agenda Silaturahmi MDN-G 2026 ini juga menjadi ajang pemberian apresiasi tertinggi kepada sejumlah tokoh yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi peradaban, literasi, dan aksi kemanusiaan. Penghargaan utama berupa “Pencapaian Sepanjang Hayat” (Lifetime Achievement Award) diserahkan secara terhormat kepada sastrawan legendaris Indonesia, Taufiq Ismail. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi besarnya terhadap dunia sastra nasional dan dunia, sekaligus menjadi langkah awal diaspora mendorong pengakuan Nobel Prize di bidang sastra bagi sang pujangga.

​Tidak hanya Taufiq Ismail, panitia pelaksana juga menganugerahkan penghargaan khusus sebagai Tokoh Penulis Buku Adat dan Budaya Minangkabau kepada Tan Sri Rais Yatim sendiri dan ulama kharismatik Buya Mas’oed Abidin. Kedua tokoh lintas negara ini dinilai memiliki konsistensi tinggi dalam meneliti, menulis, serta mempromosikan adat istiadat dan pemikiran filosofis Minangkabau kepada masyarakat luas secara global.

​Di sisi lain, kontribusi dalam bentuk kepedulian sosial juga mendapat porsi perhatian besar dalam perhelatan ini. Penghargaan Tokoh Filantropi secara resmi diberikan kepada tiga nama besar, yaitu Jurnalis Udin, Nurhayati Subakat (pendiri Paragon Technology and Innovation), dan pengusaha Yendra Fahmi.

Ketiganya dinilai nyata memberikan kontribusi materi maupun moril dalam sektor pendidikan, pemberdayaan sosial kemasyarakatan, pembangunan rumah ibadah, penanggulangan bencana, serta sokongan berkelanjutan terhadap gerakan-gerakan sosial yang dimotori oleh MDN-G.

​PENGUATAN SINERGI PEMERINTAH DAN DIASPORA DALAM MENJAGA WARISAN BUDAYA NUSANTARA

​Pelaksanaan silaturahmi akbar ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara dari Kabinet Pemerintahan Republik Indonesia. Kehadiran Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menegaskan bentuk dukungan penuh pemerintah terhadap inisiatif komunitas lokal dalam menjaga kekayaan kebudayaan nasional sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan global.

​Dalam tanggapannya di lokasi acara, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan bahwa kementeriannya menyambut baik setiap upaya yang dilakukan oleh komunitas diaspora dalam melestarikan kebudayaan daerah. Kekayaan adat istiadat seperti yang dimiliki masyarakat Minangkabau merupakan modal kultural yang kokoh bagi identitas bangsa Indonesia di mata internasional.

​”Pemerintah terus berkomitmen memberikan ruang dan dukungan penuh terhadap pelestarian kebudayaan daerah. Inisiatif seperti yang dilakukan oleh Minang Diaspora Network Global ini membuktikan bahwa kecintaan terhadap budaya lokal tidak luntur oleh jarak dan waktu, dan justru memperkaya khazanah kebudayaan nasional kita,” jelas Fadli Zon saat memberikan pandangannya mengenai sinergi kebudayaan.

​Acara akbar ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional terkemuka, antara lain Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (DPP Gebu Minang) Oesman Sapta Odang, serta Direktur Eksekutif MDN-G Burmalis Ilyas.

Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang politik, bisnis, akademisi, dan hukum ini memperlihatkan solidnya jaringan komunikasi antarwarga keturunan Minangkabau dalam menjaga persatuan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa Indonesia maupun di negara-negara tempat para diaspora menetap.

Editor: Redaksi

Berita Terkait

Pagar Baru di Ruang Publik
Jejak Sang Proklamator di Tengah Tantangan Zaman
Mobil Listrik Rp200 Jutaan Kian Dekat, Peta Persaingan Berubah
Arus Pulang dari Tanah Suci
Janji di Tengah Reruntuhan
Jejak Dialog di Timur Indonesia
Di Persimpangan Dua Suku Bunga: Saat Mata Dunia Menoleh ke Jakarta
Harmoni dari Timur Menuju Panggung Nasional
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:22 WIB

Pagar Baru di Ruang Publik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:13 WIB

Jejak Sang Proklamator di Tengah Tantangan Zaman

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:52 WIB

Mobil Listrik Rp200 Jutaan Kian Dekat, Peta Persaingan Berubah

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:44 WIB

Arus Pulang dari Tanah Suci

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:35 WIB

Janji di Tengah Reruntuhan

Berita Terbaru

DPRD Kota Bandung resmi mengesahkan Perda Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual sebagai landasan hukum bagi upaya pencegahan, pembinaan, dan perlindungan sosial di masyarakat.(dok foto: viva.co.id)

Nasional

Pagar Baru di Ruang Publik

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:22 WIB

Kapolri berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar untuk mengenang dan menyerap nilai kepemimpinan Presiden pertama RI sebagai inspirasi dalam menjaga persatuan dan pengabdian kepada bangsa.(dok foto: viva.co.id)

Nasional

Jejak Sang Proklamator di Tengah Tantangan Zaman

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:13 WIB

Kementerian Haji dan Umrah melaporkan sebanyak 114.236 jemaah dan petugas haji Indonesia atau sekitar 55 persen dari total peserta telah kembali ke Indonesia hingga hari ke-17 masa pemulangan.(dok foto : Viva.co.id)

Nasional

Arus Pulang dari Tanah Suci

Jumat, 19 Jun 2026 - 03:44 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan modal usaha Rp10 juta dan peluang kerja bagi pedagang yang terdampak penertiban kawasan wisata Puncak sebagai bagian dari program penataan ruang dan pemulihan ekonomi masyarakat.( dok foto : Kompas.com)

Nasional

Janji di Tengah Reruntuhan

Jumat, 19 Jun 2026 - 03:35 WIB