JAKARTA – Organisasi nirlaba Minang Diaspora Network Global (MDNG) dijadwalkan akan menggelar perhelatan akbar bertajuk “Silaturrahim Minang Diaspora Network Global” dengan tema sentral “Mufakat Ranah dan Rantau untuk Membangun Nagari” pada Sabtu, 23 Mei 2026 mendatang.
Acara yang akan dipusatkan di Auditorium Al-Quddus Lantai 12, Universitas YARSI, Jakarta ini, direncanakan menjadi momentum krusial bagi ribuan perantau Minang dari seluruh penjuru dunia untuk mengonsolidasikan gagasan, sumber daya, dan jaringan demi percepatan pembangunan di Sumatera Barat (Ranah).
Pertemuan ini menjadi sangat strategis karena menghadirkan kolaborasi antara tokoh pemerintahan, akademisi, pengusaha, hingga budayawan ternama sebagai bentuk konkret sinergi antara potensi “Rantau” dan kebutuhan “Ranah”.
KONSOLIDASI TOKOH NASIONAL DAN INTERNASIONAL
Kegiatan ini menjadi magnet bagi tokoh-tokoh besar berskala nasional. Berdasarkan pantauan persiapan, sejumlah pejabat tinggi negara dipastikan hadir, di antaranya Menko Polkam RI Djamari Chaniago, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, serta Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa agenda membangun daerah tidak bisa dilepaskan dari dukungan kebijakan pusat.
Presiden Minang Diaspora Network Global, Fasli Jalal, menyatakan bahwa acara ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul rutin.
“Kami ingin menciptakan jembatan yang kokoh antara kecerdasan dan modal yang ada di rantau dengan kearifan lokal yang ada di nagari-nagari kita di Sumatera Barat. Ini adalah mufakat besar untuk kemajuan bersama,” ujar Fasli Jalal dalam keterangannya.
Selain pejabat pusat, tokoh dari ranah pun turut bersiap hadir, seperti Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Ketua DPRD Provinsi Sumbar H. Muhidi. Hal ini memastikan bahwa aspirasi dari pemerintah daerah dapat langsung dikomunikasikan dengan para diaspora yang sukses di berbagai sektor.
RANGKAIAN AGENDA DAN PENGHARGAAN TINGGI
Panitia penyelenggara telah menyiapkan lima agenda utama yang sangat padat dan substansial. Agenda tersebut meliputi:
Ramah tamah dan Pameran Buku Sastra serta Budaya Minangkabau.
Pemberian penghargaan kepada tokoh penulis buku Minang yang akan dianugerahkan kepada Tan Sri Rais Yatim dan Buya Mas’ud Abidin.
Lifetime Achievement Award dan peluncuran “Road to Novel Prize” bagi sastrawan legendaris Indonesia, Taufiq Ismail.
Dialog atau Mufakat Ranah dan Rantau untuk Membangun Nagari.
Pertunjukan Kesenian Minang dan Fashion Show pakaian adat.
Direktur Eksekutif MDNG, Burmalis Ilyas,
menegaskan pentingnya apresiasi terhadap literatur. “Bangsa yang besar adalah yang menghargai penulisnya. Dengan memberikan penghargaan kepada tokoh seperti Tan Sri Rais Yatim dan Buya Mas’ud Abidin, kita mengirimkan pesan kepada generasi muda bahwa intelektualitas adalah fondasi utama budaya Minang,” tuturnya.
PERSPEKTIF KEBERIMBANGAN: HARAPAN MASYARAKAT DAN TANTANGAN DAERAH
Meskipun acara ini bertabur tokoh elit, suara dari akar rumput tetap menjadi indikator keberhasilan pembangunan nagari. Tokoh pemuda dari Amerika Serikat, Alya Lawindo, yang juga terjadwal hadir, memberikan perspektif mengenai keterlibatan generasi muda diaspora.
“Kami di perantauan ingin melihat adanya transparansi dan kemudahan akses jika ingin berkontribusi bagi nagari, baik itu dalam bentuk investasi sosial maupun ekonomi,” kata Alya.
Di sisi lain, pengamat kebijakan publik mengingatkan agar pertemuan ini tidak berhenti pada seremonial. Perwakilan masyarakat di daerah berharap mufakat ini menghasilkan aksi nyata. “Kami butuh solusi konkret untuk masalah infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi petani di nagari.
Jangan sampai hasil mufakat ini hanya bagus di atas kertas tapi sulit dirasakan manfaatnya oleh kami yang ada di Sumbar,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat yang dihubungi secara terpisah.
Menanggapi hal tersebut, pihak penyelenggara memastikan bahwa dialog yang dilakukan akan bersifat solutif. Ketua Forum Minang Maimbau, Firdaus HB, menambahkan bahwa kolaborasi ini akan melibatkan berbagai sektor profesi, termasuk pengusaha seperti Nurhayati Subakat (Co-Founder Paragon) dan praktisi hukum serta akademisi dari berbagai universitas.
AKSESIBILITAS DAN INFORMASI PENDAFTARAN
Kegiatan silaturahim ini bersifat gratis dan terbuka untuk umum, khususnya bagi warga keturunan Minang maupun masyarakat luas yang peduli terhadap pelestarian budaya dan pembangunan daerah. Acara akan dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi atau memerlukan informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, panitia telah menyediakan layanan narahubung melalui Asnely di nomor 0812-8290-8953 atau melalui nomor WhatsApp 0813-8458-1472. Acara ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus memicu aliran investasi dan inovasi ke Sumatera Barat melalui jaringan diaspora yang tersebar di seluruh dunia.
Universitas YARSI sebagai tuan rumah juga telah menyiapkan fasilitas auditorium yang representatif untuk menampung ratusan peserta dengan protokol kenyamanan yang maksimal, mengingat banyaknya tokoh VVIP yang dijadwalkan hadir dalam perhelatan akbar tersebut. (Dona/GNews86)
Editor: Redaksi








