KUANSING RIAU — Koperasi Unit Desa (KUD) “Tirta Kencana” Desa Air Mas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi secara resmi membuka dan mengoperasikan fasilitas timbangan digital baru pada Senin (18/5/2026). Peresmian yang diawali dengan doa bersama mulai pukul 09:00 WIB ini dihadiri langsung oleh Camat Singingi, perwakilan Diskopdagrin Kuantan Singingi, pengurus KUD, otoritas perbankan, serta unsur TNI-Polri.
Kehadiran timbangan digital ini diproyeksikan menjadi solusi konkret guna meningkatkan akurasi takaran hasil panen kelapa sawit, yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian bagi ribuan warga di Desa Air Mas serta delapan desa penyangga di sekitarnya.
INTI PERESMIAN TIMBANGAN DIGITAL KUD TIRTA KENCANA
Langkah maju yang diambil oleh KUD Tirta Kencana ini menandai era baru tata kelola hasil perkebunan yang lebih transparan di Kecamatan Singingi. Fasilitas timbangan digital ini dirancang untuk meminimalisasi potensi selisih berat dalam transaksi jual-beli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Mengingat komoditas sawit merupakan pilar utama penghidupan masyarakat setempat, akurasi timbangan menjadi hal yang sangat krusial.
Acara peresmian berjalan dengan khidmat dan lancar, dipusatkan langsung di area operasional timbangan Desa Air Mas. Melalui prosesi doa bersama, pengurus koperasi dan masyarakat berharap infrastruktur baru ini membawa berkah, keberlanjutan usaha, serta mempererat kemitraan strategis antara petani, koperasi, pemerintah, dan sektor perbankan.
DAMPAK EKONOMI DAN CAKUPAN MANFAAT ANTAR-DESA
Keberadaan timbangan digital ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi internal warga Desa Air Mas. Manfaat besar ini dipastikan meluas hingga ke desa-desa tetangga di sekitarnya. Wilayah-wilayah seperti Desa Simpang Raya, Desa Sungai Buluh, Desa Petai Baru, Desa Sungai Kuning, Desa Sungai Sirih, Desa Pasir Mas, Desa Sungai Keranji, hingga Desa Sumber Datar akan turut merasakan dampak ekonominya secara langsung.
Secara geografis dan kepemilikan lahan, banyak warga dari delapan desa sekitar tersebut yang memiliki kebun kelapa sawit dengan lokasi yang sangat dekat atau berbatasan langsung dengan Desa Air Mas. Dengan demikian, timbangan digital KUD Tirta Kencana ini diprediksi akan menjadi pusat pemanduan logistik dan transaksi TBS baru yang memotong jalur birokrasi dan transportasi para petani di lintas desa tersebut.
HADIRNYA PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DAN PEJABAT DAERAH
Keberhasilan peresmian ini didukung penuh oleh kehadiran berbagai elemen penting pemerintahan dan wilayah. Terlihat hadir di lokasi acara, Ketua beserta jajaran pengurus KUD “Tirta Kencana”, H. Ahmad Muklis, S.Pd.I, yang bertindak sebagai tuan rumah.
Dari pihak birokrasi, Camat Singingi Saparman, ST, ME, hadir didampingi oleh perwakilan dari Pemerintah Desa Air Mas serta perwakilan Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kabupaten Kuantan Singingi.
Keamanan dan kondusifitas acara dipastikan berjalan baik berkat pengawalan langsung dari unsur TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. Selain itu, sektor finansial juga menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan ekonomi pedesaan dengan hadirnya Kepala Cabang Bank Mandiri Sungai Sirih, yang siap mendukung ekosistem pembayaran maupun permodalan petani ke depan.
KUTIPAN KETUA KUD DAN PERWAKILAN PEMERINTAH DAERAH
Untuk memastikan informasi yang disampaikan berimbang dan objektif, peresmian ini memuat komitmen dari pihak pengelola dan pemerintah selaku regulator. Ketua KUD Tirta Kencana, H. Ahmad Muklis, S.Pd.I, menegaskan bahwa transparansi adalah alasan utama modernisasi alat timbang ini.
”Kami ingin membangun kepercayaan yang utuh antara petani dan koperasi. Dengan sistem digital, angka yang tertera adalah realitas di lapangan tanpa ada manipulasi. Ini adalah bentuk pengabdian KUD Tirta Kencana untuk kemaslahatan warga Air Mas dan seluruh desa tetangga yang mempercayakan hasil buminya kepada kami,” ujar H. Ahmad Muklis.
Di sisi lain, Camat Singingi, Saparman, ST, ME, memberikan pandangan dari sudut pandang pemangku kebijakan wilayah. Ia menekankan pentingnya standardisasi alat ukur demi mencegah konflik agraria dan ekonomi di tingkat tapak.
”Pemerintah kecamatan sangat mengapresiasi inovasi dari KUD Tirta Kencana. Kehadiran teknologi timbangan digital ini mengurangi potensi perselisihan akurasi takaran. Tugas kami adalah memastikan bahwa investasi infrastruktur seperti ini berjalan sesuai dengan regulasi daerah dan benar-benar melindungi hak-hak ekonomi masyarakat kecil,” kata Saparman.
PERSPEKTIF HUKUM DAN SUARA PETANI DI LAPANGAN
Bukan hanya dari kacamata pengurus dan pejabat, keseimbangan informasi juga diperoleh dari aparat penegak keamanan serta masyarakat yang akan menggunakan fasilitas ini sehari-hari. Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), perwakilan Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang hadir menegaskan pentingnya legalitas dan kalibrasi berkala agar tidak memicu persoalan hukum di kemudian hari.
”Kami dari unsur TNI-Polri mendukung penuh setiap upaya peningkatan ekonomi warga. Namun kami juga mengingatkan agar sistem digital ini selalu dirawat dan dikalibrasi secara rutin bersama dinas terkait, sehingga aspek legalitas hukumnya terpenuhi dan tidak memicu kecurigaan atau riak-riak sosial di masyarakat,” ungkap salah satu petugas Bhabinkamtibmas di lokasi.
Sementara itu, perwakilan masyarakat dari desa penyangga, yakni seorang petani sawit asal Desa Sungai Kuning yang memiliki lahan di dekat Desa Air Mas, menyampaikan rasa optimis sekaligus harapannya terhadap efisiensi jarak operasional.
”Selama ini kami harus mengangkut TBS cukup jauh dengan biaya transportasi yang lumayan tinggi demi mendapatkan timbangan yang kami percaya akurat. Dengan dibukanya timbangan digital di KUD Tirta Kencana ini, jarak tempuh kami jadi lebih dekat, memotong biaya langsir, dan yang terpenting kami bisa melihat langsung proses penimbangan yang transparan,” tutur petani tersebut.
ASPEK TEKNIS DAN DUKUNGAN PERBANKAN DESA
Sebagai pelengkap informasi, keberadaan timbangan digital ini juga didukung oleh ekosistem keuangan yang modern. Kehadiran Kepala Cabang Bank Mandiri Sungai Sirih di lokasi peresmian menandakan adanya peluang integrasi sistem pembayaran non-tunai bagi para petani sawit yang bertransaksi di KUD Tirta Kencana. Hal ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko keamanan terkait membawa uang tunai dalam jumlah besar hasil penjualan sawit.
Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kabupaten Kuantan Singingi juga menambahkan bahwa pihak dinas akan terus melakukan fungsi pengawasan meteorologi legal terhadap timbangan tersebut.
Pengawasan berkala berupa tera ulang secara resmi akan dilakukan guna memastikan timbangan tetap presisi dan memenuhi standar operasional prosedur yang berlaku secara nasional, sehingga kedepannya tidak ada pihak yang dirugikan dalam mata rantai perdagangan kelapa sawit ini. (Ainun Nursahid/GNews86)
Editor: Redaksi








