LAMPUNG -Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung menembak mati Bahroni (37), eksekutor begal motor yang menembak mati anggota Intelkam Polda Lampung, Bripka Anumerta Arya Supena.
Tindakan tegas dan terukur ini dilakukan saat petugas menggerebek tempat persembunyian pelaku di kawasan Teluk Hantu, Kabupaten Pesawaran, pada Jumat dini hari, 15 Mei 2026. Selain menembak mati eksekutor utama, polisi juga melumpuhkan satu tersangka lain berinisial Hamli alias Ham (27) yang bertugas mengawasi situasi saat aksi pembegalan berdarah tersebut terjadi.
KRONOLOGI PENANGKAPAN DAN TINDAKAN TEGAS
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfy Assegaf menjelaskan bahwa tindakan tegas terpaksa diambil oleh petugas di lapangan karena tersangka Bahroni memberikan perlawanan aktif yang sangat membahayakan nyawa anggota saat proses penangkapan berlangsung.
”Saat akan ditangkap di lokasi persembunyiannya, tersangka Bahroni melakukan perlawanan aktif yang membahayakan keselamatan petugas dengan menggunakan senjata api rakitan jenis revolver. Karena situasi mendesak, tim di lapangan melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga pelaku tewas di tempat,” ujar Irjen Pol Helfy Assegaf saat memberikan keterangan pers di Mapolda Lampung, Jumat (15/5/2026).
Sebelum melakukan penggerebekan di Teluk Hantu, polisi terlebih dahulu menciduk rekan pelaku, yakni Hamli, di wilayah Gunung Mekar, Kecamatan Jabung, Lampung Timur. Hamli juga dilaporkan mencoba kabur dan melawan petugas, sehingga polisi terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan terarah di bagian kaki. Dari hasil interogasi terhadap Hamli inilah petugas mendapatkan informasi akurat mengenai lokasi persembunyian Bahroni di Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran.
PENYITAAN BARANG BUKTI DI LOKASI PENGGEREBEKAN
Dalam operasi penggerebekan tersebut, Tim Jatanras Polda Lampung berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya maupun barang milik korban yang sempat dirampas.
”Di lokasi penggerebekan, kami menyita satu pucuk senjata api rakitan berikut amunisinya, senjata tajam, kunci letter T, sepeda motor Honda Beat warna biru yang digunakan pelaku saat beraksi, serta senjata api dinas milik korban yang sempat hilang,” jelas Irjen Pol Helfy Assegaf.
KRONOLOGI PERGULATAN DAN AKSI PENEMBAKAN KORBAN
Berdasarkan hasil penyelidikan dan rekonstruksi awal, peristiwa tragis yang menewaskan Bripka Anumerta Arya Supena terjadi pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026. Korban yang merupakan anggota Dit Intelkam Polda Lampung secara tidak sengaja memergoki aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh Bahroni dan Hamli di area parkir sebuah toko roti di Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung.
Korban yang berniat menggagalkan aksi kejahatan tersebut langsung menyergap pelaku hingga terjadi pergulatan sengit. Namun, dalam duel tersebut, Bahroni berhasil merebut senjata api dinas milik korban. Pelaku kemudian menembak kepala korban dari jarak dekat yang mengakibatkan Bripka Arya Supena gugur seketika di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah mengeksekusi korban, kedua pelaku langsung melarikan diri dan sempat mengubur senjata api milik korban di wilayah Pesawaran guna menghilangkan jejak dari kejaran polisi.
REKAM JEJAK PELAKU SEBAGAI RESIDIVIS
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kedua tersangka bukan merupakan pemain baru dalam dunia kriminalitas di Lampung. Baik Bahroni maupun Hamli merupakan residivis kambuhan yang sudah berulang kali keluar masuk penjara dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan kekerasan.
”Kedua tersangka ini diketahui merupakan residivis kasus curanmor atau begal yang terkenal licin. Saat ini, Polda Lampung masih terus melakukan pengembangan di lapangan guna memburu pelaku-pelaku lain yang diduga kuat terlibat dalam jaringan besar curanmor bersenjata di wilayah Lampung,” pungkas Kapolda Lampung.
KESAKSIAN WARGA DAN REKAMAN CCTV DI LOKASI KEJADIAN
Aksi kejam komplotan begal ini sempat terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar toko roti Jalan ZA Pagar Alam. Rekaman video tersebut memperlihatkan dengan jelas detik-detik mencekam saat Bripka Arya Supena berupaya keras menahan motor pelaku hingga terjadi baku hantam sebelum akhirnya terdengar suara letusan senjata api.
Suryadi (42), salah seorang warga setempat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian pada Sabtu pagi itu, memberikan kesaksiannya mengenai situasi mencekam saat peristiwa berlangsung.
”Waktu kejadian hari Sabtu pagi itu, suasana di sekitar toko roti memang belum terlalu ramai. Saya tiba-tiba mendengar ada suara teriakan dan orang berkelahi di parkiran. Tidak lama kemudian terdengar bunyi tembakan satu kali yang sangat keras. Saat saya dan warga lain mendekat, pelaku sudah kabur pakai motor Beat biru, dan korban sudah terkapar di tanah dengan luka di kepala,” kata Suryadi saat dikonfirmasi di sekitar lokasi kejadian.
Suryadi menambahkan bahwa masyarakat di kawasan Labuhan Ratu belakangan ini merasa sangat resah dengan maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor yang semakin nekat dan tidak segan-segan melukai korban.
”Kami sebagai warga tentu sangat takut dan resah dengan kejadian seperti ini. Polisi saja yang bersenjata bisa jadi korban kekejaman begal, apalagi kami masyarakat sipil biasa. Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat kepolisian yang langsung menangkap pelaku, dan kami berharap patroli keamanan di area publik bisa lebih ditingkatkan lagi agar kejadian serupa tidak terulang,” harap Suryadi.
Editor: Redaksi














