Rumah Petani Lansia (80) Tahun di Benai Ludes Terbakar Akibat Lampu Teplok

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran rumah milik Siti Patimah (80) Tahundi Desa Pulau Ingu, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuansing, Riau, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. (Dok.RA)

Kebakaran rumah milik Siti Patimah (80) Tahundi Desa Pulau Ingu, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuansing, Riau, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. (Dok.RA)

Kuansing Riau-Www.GNews.Com| Kamis 7/5 -​Sebuah musibah kebakaran menghanguskan rumah kayu milik Siti Patimah (80), seorang petani di Desa Pulau Ingu, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada Rabu (6/5/2026) sore.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ini diduga kuat dipicu oleh sambaran api dari lampu teplok saat pemilik rumah sedang mengisi ulang bahan bakar minyak di tengah kondisi pemadaman listrik. Meski tidak memakan korban jiwa, kerugian materiil akibat amukan si jago merah tersebut ditaksir mencapai Rp 150 juta.
​
​KRONOLOGI KEJADIAN DAN PENYEBAB KEBAKARAN

​Peristiwa tragis ini bermula dari pemadaman arus listrik yang melanda kawasan Desa Pulau Ingu sejak Rabu pagi. Kondisi rumah yang gelap menjelang petang membuat Siti Patimah berinisiatif menyalakan lampu teplok sebagai alat penerangan sementara. Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, melalui Kapolsek Benai Ipda Muhammad Ali Sodiq, menjelaskan bahwa petaka terjadi ketika korban mencoba menambah bahan bakar ke dalam wadah lampu yang masih dalam kondisi menyala.

​”Berdasarkan keterangan di lapangan, saat itu terjadi pemadaman listrik sejak pagi. Menjelang sore, korban menyalakan lampu teplok sebagai penerangan. Saat korban mengisi ulang minyak dalam kondisi lampu masih menyala, api langsung menyambar dan membesar hingga membakar bagian dalam rumah,” ungkap Ipda Muhammad Ali Sodiq saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

​PROSES PEMADAMAN DAN DAMPAK KERUSAKAN

​Konstruksi bangunan yang didominasi material kayu membuat api menjalar dengan sangat cepat ke seluruh bagian rumah. Warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal segera berdatangan dan mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kobaran api sudah terlalu besar.

​Satu unit mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB. Meskipun petugas berhasil melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain, rumah milik Siti Patimah sudah dalam kondisi hangus tak bersisa. “Api dengan cepat menjalar karena sebagian besar bangunan rumah terbuat dari bahan kayu. Satu unit pemadam tiba sejam setelah kejadian, namun kondisi rumah sudah hangus terbakar,” tambah Kapolsek.

​KETERANGAN DARI SAKSI MASYARAKAT

​Salah seorang warga setempat, Arman (45), yang turut membantu proses evakuasi awal, menyatakan bahwa warga sempat panik karena api muncul begitu tiba-tiba dan langsung membesar. Menurutnya, keterbatasan alat pemadam di desa menjadi kendala utama sebelum bantuan profesional datang.

​”Kami kaget melihat api sudah di atap. Kami pakai ember dan mesin air seadanya, tapi kayu rumah itu sudah tua jadi cepat sekali terbakar. Kasihan Ibu Siti, beliau tinggal sendiri saat kejadian. Beruntung beliau cepat keluar rumah sehingga tidak luka-luka,” ujar Arman.
​
​TINDAKAN KEPOLISIAN DAN IMBAUAN KESELAMATAN

​Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Benai langsung mengamankan area dengan memasang garis polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi mata guna memastikan tidak ada faktor kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, fokus utama adalah pembersihan puing-puing dan pendataan kerugian secara lebih detail.
​Menutup keterangannya, Ipda Muhammad Ali Sodiq memberikan peringatan keras kepada masyarakat luas agar lebih waspada dalam menggunakan alat penerangan alternatif berbahan bakar minyak, terutama saat terjadi pemadaman listrik dalam durasi lama.

​”Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan lampu berbahan bakar minyak. Pastikan lampu dimatikan terlebih dahulu sebelum mengisi ulang minyak untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
​
Editor: Candra

Berita Terkait

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolri Tegaskan Berantas Premanisme
43 Paket Sabu Siap Edar Digagalkan Polres Kepulauan Sitaro
Sangadi Habel Lokiman Imbau Warga Jaga Selalu Kerukunan demi Kelancaran Program Pembangunan Desa
BSDK Mahkamah Agung RI jadi Rujukan Malaysia dalam Pengembangan Kehakiman 
Sakit dan Jauh dari Keluarga, Gadis ini Hubungi 110, Ini yang Dilakukan Polisi
Satlantas Rutin KRYD, Pengguna Kendaraan Kotamobagu Makin Tertib
Wakapolres Sangihe Jendri S Lewan: Disiplin Adalah Kunci Kepercayaan Masyarakat
Irwasda Jelaskan Operasional SPPG Polda Sulut Dihentikan Sementara
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolri Tegaskan Berantas Premanisme

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:19 WIB

43 Paket Sabu Siap Edar Digagalkan Polres Kepulauan Sitaro

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Sangadi Habel Lokiman Imbau Warga Jaga Selalu Kerukunan demi Kelancaran Program Pembangunan Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:59 WIB

BSDK Mahkamah Agung RI jadi Rujukan Malaysia dalam Pengembangan Kehakiman 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Sakit dan Jauh dari Keluarga, Gadis ini Hubungi 110, Ini yang Dilakukan Polisi

Berita Terbaru

Kapolres Kep Sitaro dan jajaran saat Konferensi Pers. (Foto: istimewa)

Daerah

43 Paket Sabu Siap Edar Digagalkan Polres Kepulauan Sitaro

Sabtu, 10 Okt 2026 - 19:19 WIB