KOTAMOBAGU (Sulawesi Utara) www.GNews86.com – Di jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Kotamobagu, sosoknya menjadi bukti nyata pengabdian yang tak kenal lelah. Namanya Treiky Rengkuan, berpangkat Aiptu, menjabat sebagai Baur Tilang Satlantas Polres Kotamobagu. Selama 26 tahun pengabdiannya, ia dikenal luas sebagai anggota yang menjunjung tinggi kedisiplinan, berintegritas penuh, dan mengemban setiap amanah dengan rasa tanggung jawab yang luar biasa semangat yang melekat kuat sebagai bagian dari Angkatan Wisang Geni.
Dua puluh enam tahun bukan waktu yang singkat. Itu adalah perjalanan setia, kesetiaan yang tak tergoyahkan, dan pengabdian yang teruji dari hari ke hari. Sebagai Baur Tilang, Treiky memegang peran penting dalam pengelolaan administrasi penindakan pelanggaran lalu lintas tugas yang menuntut ketelitian, kejujuran, dan ketegasan sekaligus keramahan. Selama bertahun-tahun, setiap berkas, setiap catatan, dan setiap laporan ia kerjakan dengan teliti, tidak ada yang terlewat atau dibiarkan tidak tuntas. Baginya, di balik angka dan lembar berkas itu ada kepercayaan masyarakat, dan kepercayaan itu tidak boleh dikhianati. Selama 26 tahun mengabdi, ia memegang teguh janji itu.
Bagi Treiky, kedisiplinan bukan sekadar aturan. Melainkan gaya hidup yang dijaga konsisten selama 26 tahun. Selalu hadir tepat waktu, mengenakan seragam rapi, mematuhi prosedur, dan menjadi teladan bagi rekan-rekannya, baik yang baru masuk maupun yang sudah lama bertugas. Di lingkungan Satlantas, nama Treiky Rengkuan identik dengan ketertiban dan ketepatan. Sepanjang perjalanan pengabdiannya, ia selalu setia dengan jalur dan perintah.
Mengelola penindakan pelanggaran lalu lintas memerlukan kebersihan hati yang nyata, apalagi dilakukan selama puluhan tahun. Treiky memegang teguh prinsip, tidak ada pilih kasih, tidak ada jalan pintas, dan tidak ada keuntungan pribadi. Setiap pelanggaran diproses sesuai aturan, setiap ketegasan disampaikan dengan sopan, dan setiap kebijakan dijalankan transparan. Selama 26 tahun, ia membuktikan bahwa seorang pengabdi dapat tetap jujur meski berada di posisi yang rentan integritasnya tak pernah pudar.
Menyelesaikan sampai tuntas, dari awal hingga kini ketika diberi amanah, Treiky tidak mengenal kata ‘cukup’. Sejak pertama bertugas hingga hari ini, ia memastikan semua berkas rapi, laporan tepat waktu, dan urusan warga dilayani dengan baik. Jika ada yang belum selesai, ia tidak berpaling. Jika ada yang butuh penjelasan, ia sampaikan dengan sabar. Sikap inilah yang membuat rekan kerja maupun masyarakat merasa tenang selama ini, kalau Aiptu Treiky yang mengurus, pasti benar dan selesai.
“Angkatan Wisang Geni mengajarkan kami untuk menyala, bukan sekadar membara melainkan memberi manfaat bagi sekitar,” ujar Trecky dengan rendah hati. “26 tahun mengabdi bukan hal yang saya banggakan sebagai pencapaian semata, melainkan sebagai bukti bahwa saya tetap setia pada janji, menjaga kepercayaan rakyat dengan sekuat tenaga,”
Dua puluh enam tahun pengabdian, satu nama yang diingat karena kebaikan dan keteguhannya. Aiptu Treiky Rengkuan membuktikan bahwa kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab adalah warisan paling berharga yang dapat diberikan seorang pelindung kepada daerahnya. Semangat Wisang Geni terus menyala di dirinya tak redup oleh waktu, justru makin terang seiring berjalannya tahun.







