MAKASSAR (Sulawesi Selatan) www.GNews86.com – Gerak cepat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda yang langsung bertemu dengan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar dan jajaran manajemen membuahkan hasil signifikan.
Pertemuan ini dilakukan menyusul terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU dua hari terakhir. Alhasil, masalah pun langsung terselesaikan ketika Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi langsung bergerak cepat bersama pemerintah, Jumat 11/09/2026 yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke SPBU Ratulangi.
Mulai dari optimalisasi pelayanan pada jam-jam sibuk, juga mendorong optimalisasi seluruh dispenser BBM hingga penambahan operator agar kapasitas pelayanan SPBU dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Pengaturan waktu pengisian kendaraan berukuran besar di luar jam sibuk juga menjadi salah satu opsi. Selain itu, kendaraan besar akan diarahkan ke SPBU tertentu agar antreannya tidak bercampur dengan kendaraan roda dua dan roda empat.
“Kami meminta seluruh fasilitas SPBU dioptimalkan, termasuk dispenser BBM dan operator. Kendaraan besar juga perlu diarahkan ke SPBU tertentu dan diatur waktunya agar tidak mengganggu antrean kendaraan lain,” ujar Munafri.
Munafri juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
Menurutnya, Pertamina telah memastikan ketersediaan BBM dan LPG di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok BBM dan LPG tersedia dan mencukupi. Saat ini, pelayanan di lapangan terus diatur agar antrean segera terurai,” lanjut Munafri.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan menyesuaikan pelayanan dan distribusi berdasarkan kondisi masing-masing SPBU.
Langkah tersebut mencakup optimalisasi armada, penyesuaian penyaluran, pengaturan antrean, serta penguatan personel di titik-titik yang membutuhkan perhatian.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil koordinasi dengan memperkuat pelayanan di lapangan.
“Kami mengoptimalkan pelayanan SPBU dan menyesuaikan distribusi berdasarkan kondisi lapangan. Pemantauan stok dan antrean juga terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” ujar Deny.
Pertamina bersama instansi terkait dan aparat penegak hukum juga memperkuat pengawasan penyaluran BBM. Langkah ini bertujuan memastikan pelayanan berjalan tertib dan penyaluran BBM bersubsidi sesuai ketentuan.
Pertamina mengimbau masyarakat melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan dan tidak membeli secara berlebihan.
Masyarakat yang menemukan kendala pelayanan atau indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM dan LPG dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135.








