Ini Langkah Gubernur Antisipasi Harga Cabai yang Makin ‘Pedas’ di Sulut

Avatar photo

Kamis, 10 September 2026 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sulut Yulius Stevanus Komaling (Foto:Manadocomunity)

Gubernur Sulut Yulius Stevanus Komaling (Foto:Manadocomunity)

MANADO (Sulawesi Utara) www.GNews86.com – Harga cabai rawit atau rica di Sulawesi Utara (Sulut) yang menembus Rp150 ribu per kilogram membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan pasokan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) mengambil langkah dengan mendatangkan sekitar 3 ton cabai dari Jawa Timur (Jatim) dalam waktu dekat. Cabai tersebut akan dibeli dengan harga lebih murah untuk membantu menambah pasokan sekaligus menekan harga di pasaran.

“Dalam waktu dekat akan datang kurang lebih 3 ton. Kita ambil dari Jawa Timur dengan harga sangat murah sekali dan itu untuk menetralkan kondisi hari ini cabai,” kata YSK, Selasa 08/09/2026.

YSK mengakui harga cabai saat ini sudah terlalu tinggi dan tidak boleh dibiarkan terus membebani masyarakat.

“Ini sudah kelewatan memang,” tegasnya.

Salah satu faktor yang memengaruhi produksi cabai menurutnya adalah faktor cuaca. Minimnya curah hujan menyebabkan ketersediaan air bagi tanaman cabai berkurang sehingga berdampak pada produksi dan pasokan di pasar.

“El Nino ini juga mengakibatkan tidak ada hujan di Sulawesi Utara. Hujan ini atau air ini memang dibutuhkan buat tanaman cabai,” jelasnya.

Kenaikan harga cabai juga ikut memberikan tekanan terhadap inflasi Sulut. YSK menyebut cabai menjadi salah satu komoditas yang saat ini paling mendapat perhatian pemerintah.

“Untuk yang lainnya kita aman. Cuma cabai ini harganya keterlaluan Rp150 ribu,” ungkapnya.

Gubernur juga meminta para pedagang dan tengkulak tidak memanfaatkan kondisi tersebut dengan memainkan harga.

“Saya berharap para tengkulak, penjual, saya titip agar jangan bermain harga,” tegas YSK.

Ia berharap tambahan pasokan dari Jawa Timur dapat menjadi langkah awal untuk menstabilkan harga rica di Sulut dan meringankan beban masyarakat.

“Apalagi Sulut saat ini nomor satu tertinggi untuk harga cabai dan ini inflasi lumayan tinggi,” ucapnya mengakhiri

Berita Terkait

Wali Murid Apresiasi Program Rutan Go to School
Spesialis Pencuri Tabung Gas Berhasil Ditangkap URC Polres Kotamobagu
Usai Pertemuan Wali Kota dan GM Patra Niaga Sulawesi, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman
Duet Membangun Desa: Sangadi Ikuna dan Dumara Bersinergi Bangun Jalan Akses Untuk Masyarakat 
Brigjen Pol Yudo Hermanto Terima Estafet Kepemimpinan Polda Sulut dari Irjen Pol Roycke Harry Langie
Polda Sulut Periksa Pejabat Pemprov. Ada Mantan Sekprov, Asisten, Kadis dan Kaban
326 Prajurit Tamtama TNI AD Resmi Dilantik, Pangdam XIII/Merdeka Tutup Pendidikan di Bitung
Kepala PT Jamkrindo Cabang Ternate Ditemukan Meninggal di Rumah Dinas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:26 WIB

Wali Murid Apresiasi Program Rutan Go to School

Sabtu, 12 September 2026 - 00:12 WIB

Spesialis Pencuri Tabung Gas Berhasil Ditangkap URC Polres Kotamobagu

Jumat, 11 September 2026 - 23:01 WIB

Usai Pertemuan Wali Kota dan GM Patra Niaga Sulawesi, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Jumat, 11 September 2026 - 21:10 WIB

Duet Membangun Desa: Sangadi Ikuna dan Dumara Bersinergi Bangun Jalan Akses Untuk Masyarakat 

Kamis, 10 September 2026 - 22:40 WIB

Ini Langkah Gubernur Antisipasi Harga Cabai yang Makin ‘Pedas’ di Sulut

Berita Terbaru

Kasubsi Peltah Rutan Kelas IIB Kotamobagu, Busen SH, saat memberikan edukasi tentang hukum dan kriminal (foto: istimewa)

Daerah

Wali Murid Apresiasi Program Rutan Go to School

Senin, 14 Sep 2026 - 12:26 WIB